pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

​Labuan Bajo, 14 Juli 2022 – Para Sherpa G20 telah kembali bertemu untuk kedua kalinya selama Indonesia memegang pucuk kepemimpinan di G20. “Kita perlu bekerja lebih keras untuk meyakinkan bahwa G20 tetap relevan untuk mengatasi berbagai tantangan global”, tegas Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pidato sambutan secara virtual di 2nd Sherpa Meeting, Labuan Bajo, 10-11 Juli 2022.

Senada dengan perlunya peran sentral G20, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyampaikan keynote speech juga menekankan pentingnya G20 dalam memberikan solusi nyata untuk mengatasi tantangan global, terutama bagi masyarakat dunia yang terkena dampak konflik antarnegara. “Tanggung jawab kita adalah memberikan solusi sehingga tidak ada orang, negara, atau wilayah yang ditinggalkan. G20 dapat memberikan jalan bagi stabilitas, pemulihan, dan kemakmuran global”, ujar Menko Airlangga.​

Kegiatan 2nd Sherpa Meeting dimanfaatkan untuk membahas perkembangan seluruh workstream di bawah Presidensi G20 Indonesia dengan masing-masing Chair Working Group menuju Konferensi Tingat Tinggi (KTT) di Bali pada November 2022.

Indonesia memanfaatkan kesempatan untuk menghadirkan pembicara khusus (briefer) dari berbagai organisasi internasional, antara lain Food and Agriculture Organization (FAO), International Monetary Fund (IMF), dan International Renewable Energy Agency (IRENA). Para briefer memberikan pandangan terhadap perkembangan ekonomi global dan dampaknya terhadap rantai pasok pangan dan energi.

Selama pertemuan, sesi pertemuan secara intensif membahas tiga sektor prioritas Presidensi G20 Indonesia:

Sesi Arsitektur Kesehatan Global membahas perkembangan berbagai Working Group yaitu Kesehatan, Pertanian, dan Pariwisata.

Sesi Transformasi Digital, membahas perkembangan Working Group Ekonomi Digital, Pendidikan, serta Perdagangan, Industri, dan Investasi.

Sesi Transisi Energimembahas perkembangan Working Group, antara lain Transisi Energi, Lingkungan Hidup, Pembangunan, dan Anti-Korupsi.

Selain tiga sektor prioritas, para Sherpa juga membahas lanjutan atas berbagai usulan proyek kerja sama konkret di G20 yang utamanya ditujukan bagi negara berkembang maupun negara pulau kecil diluar kerangka G20. Usulan proyek tersebut akan disahkan saat KTT di Bali.

Di tengah-tengah berbagai sesi tersebut, para Sherpa melakukan diskusi terbuka “Sofa Talk” di atas kapal Lako Sai mengenai berbagai isu strategis terkait persiapan substantif KTT G20  di Bali.

Pada kesempatan rangkaian pertemuan, Co-Sherpa Dian Triansyah Djani dan Edi Pambudi juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan para Sherpa negara anggota G20.

G20 adalah sebuah platform multilateral strategis yang menghubungkan 20 Ekonomi utama dunia. G20 memegang peran strategis dalam mengamankan masa depan pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi global.

Indonesia memegang Presidensi G20 selama 2022 dengan mengangat tema “Recover Together, Recover Stronger“ dan memberikan prioritas pada kerja sama di bidang penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi. Dengan terjadinya dinamika geopolitik global, maka isu terkait ketahanan pangan dan energi juga akan dibahas intensif dalam berbagai pertemuan G20 ke depan.​

Rangkaian pertemuan G20 di bawah Presidensi Indonesia telah dimulai pada 1 Desember 2021 dan akan berpuncak pada KTT Bali pada tanggal 15-16 November 2022.

Sumber: Kementerian Luar Negeri​

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *