pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Semarang, 30 Juli 2022 — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) terus melakukan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah (Pemda) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) di satuan pendidikan pada tahun ajaran baru. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Wartanto mengatakan penerapan Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan ini berpotensi mencetak talenta baru yang kompeten.

“Selain mengenalkan dan mendorong kepala sekolah dan guru memanfaatkan PMM dan komunitas belajar, kami juga ingin membangun sinergi dengan pemerintah daerah,” tutur Wartanto dalam kunjungan kerjanya ke daerah terkait Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Kota Semarang, pada Selasa (26/7).

Wartanto menyebutkan, saat ini sekitar 700-an satuan pendidikan di Indonesia telah mendaftar IKM. “IKM ini juga tidak dipaksakan untuk diterapkan di sekolah karena harus menyesuaikan dengan kondisi di masing-masing sekolah,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Wartanto juga menyampaikan empat keunggulan penerapan Kurikulum Merdeka, yakni lebih sederhana dan mendalam, lebih merdeka, lebih relevan dan interaktif, serta didukung Platform Merdeka Mengajar. “Sekolah diberi kewenangan memilih jalur sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, yakni Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi. “Kami berharap, Bapak/Ibu guru dapat menggunakan Platform Merdeka Mengajar serta memberdayakan komunitas belajar,” terangnya.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, mengutarakan dari berbagai keputusan yang diterapkan oleh pemerintah pusat terkait pendidikan, hampir semuanya telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Semarang. “Kami melaksanakan dengan happy karena satu visi dengan keputusan tersebut,” ujarnya.

Walikota Hendrar pun mengakui, Pemerintah Daerah Kota Semarang sangat mendukung kebijakan yang dikeluarkan Kemendikbudristek salah satunya Kurikulum Merdeka. Menurutnya, Kurikulum Merdeka ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih sederhana karena tidak lagi membebani peserta didik. “Jadi, kurikulum merdeka ini harus kita sukseskan!” tegasnya.

Senada dengan itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan IKM secara bertahap di wilayah Kabupaten Semarang. Pasalnya, kurikulum ini memberikan keleluasaan kepada peserta didik dan pengajar di sekolah-sekolah untuk terus berinovasi dan berkreasi.

“Terima kasih atas dukungan dan bantuan terhadap sekolah-sekolah di Kabupaten Semarang selama ini. Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang juga terus bekerja sama dengan lembaga lain dalam pelaksanaan IKM di wilayahnya,” ujar Bupati Ngesti.

Sebagai informasi, Kurikulum Merdeka sendiri merupakan kurikulum sekolah yang mengacu pada bakat dan minat siswa. Alhasil, peserta didik dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minat dengan sistem pembelajaran project base learning (PBL).

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *