pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Jakarta, 1 September 2022| Indonesia melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menginisiasi platform kolaborasi antar peneliti, melalui Global Biodiversity Research and Innovation Platform (GBRIP).

GBRIP mendorong kolaborasi untuk berbagi infrastruktur, fasilitas, dan pendanaan dalam penelitian dan inovasi keanekaragaman hayati.

Kerangka kerja sama ini disiapkan BRIN bersama negara-negara anggota G20, melalui penyelenggaraan 2nd G20 Research and Innovation Initiative Gathering (2nd G20 RIIG), di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (25/8).

“GBRIP membuka peluang untuk kolaborasi dan berbagi ide, bagaimana meneliti dan memanfaatkan keanekaragaman hayati yang terjaga, didukung oleh fasilitasi dan infrastruktur yang memadai, serta kekuatan pendanaan,” kata BRIN’ Pj Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi, Agus Haryono, sebagai Ketua G20 RIIG.

Upaya ini, lanjut Agus, akan menciptakan ekonomi hijau dan biru yang berkelanjutan, yang memadukan strategi mitigasi dan adaptasi iklim. Pada kesempatan yang sama, Pj Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek BRIN, Edy Giri Rachman Putra selaku Co-Chair G20 RIIG menyampaikan bahwa GBRIP menawarkan platform yang lebih fokus untuk keanekaragaman hayati di setiap tingkatan, seperti ekosistem, spesies, dan tingkat genetika.

“Hal ini juga memberikan kesempatan bagi negara maju dan berkembang untuk menjalankan tanggung jawabnya dalam konservasi, pemanfaatan berkelanjutan, dan pembagian keuntungan yang adil dan merata dari pemanfaatan sumber daya hayati, mengikuti hukum dan kebijakan internasional,” katanya.

Edy menambahkan, negara-negara anggota G20 didorong untuk membuka fasilitas penelitiannya melalui skema GBRIP.

“Pelatihan dan peningkatan kapasitas terbuka untuk semua negara, tetapi prioritas diberikan kepada akademisi muda dari negara-negara anggota G20,” tambahnya.

“Negara anggota G20 diharapkan dapat menyediakan sumber daya untuk pelatihan dan peningkatan kapasitas, serta memastikan mobilitas yang lebih mudah bagi para peneliti untuk mengikuti pelatihan, fellowship, dan pertukaran penelitian antar negara anggota G20,” pungkasnya.

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *