pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Sekretaris DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Samsul Arifin, mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah mencopot Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat.

Hal itu menyusul tragedi maut yang menimpa ratusan suporter Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, (1/10-2022. 

Tak Berhenti di Kapolres Malang Samsul meminta Sigit tak berhenti pada pencopotan Kapolres Malang.  Ia juga mendesak agar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta turut dicopot. 

Copot Kapolda Jatim, Ketua PSSI serta berikan sanksi berat terhadap PT LIB dikarenakan abai terhadap keamanan protokol pertandingan,” kata Samsul dalam keterangan tertulis, Senin (3/10/2022). 

Samsul mengatakan jumlah korban atas tragedi ini terus menunjukkan penambahan. 

AKBP Ferli Hidayat dicopot menyusul Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan Aremania -suporter Arema FC seusai laga kesebelasan itu melawan Persebaya, Sabtu (1/10) malam.

Penonaktifan Kapolres Malang dilakukan atas analisis dan evaluasi tim investigasi yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Oleh karena itu, Samsul meminta Kapolri tidak hanya mencopot Kapolres Malang, tetapi juga Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta. “Copot Kapolda Jatim,” kata Samsul dalam keterangan tertulis yang di Jakarta, Senin (3/10).

IMM juga meminta Metua PSSI Mochamad Iriawan serta jajaran PT LIB bertanggung jawab atas insiden tersebut karena telah abai terhadap keamanan protokol pertandingan.

Samsul menyebut jumlah korban dalam Tragedi Kanjuruhan tidak sedikit, bahkan terus bertambah, termasuk ada yang usia anak. Untuk itu, DPP IMM meminta tim investigasi yang dibentuk Kapolri mengusut tuntas kejadian tersebut.

Sebab, IMM memandang sikap aparat keamanan terlalu berlebihan dalam merespons reaksi suporter Arema FC, termasuk menembakkan gas air mata.

“Kepolisian mengambil langkah di luar aturan, sebab menembakkan gas air mata ke arah penonton. Inilah yang menjadi penyebab utama berjatuhannya ratusan korban jiwa,” ujar Samsul. IMM mempertanyakan peran Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dalam insiden maut tersebut.

Menurut Samsul, Nico selaku penanggung jawab keamanan di Jatim seharusnya paham bahwa Arema FC dan Persebaya Surabaya adalah rival lama. “Kapolri harus mengevaluasi kinerja Polda Jawa Timur. Wajib copot Kapolda Jatim, karena Kapolres mengikuti arahan Kapolda dalam persiapan pertandingan kemarin,” ujar Samsul Arifin.

Sebelumnya, penonaktifan AKBP Ferli Hidayat dari jabatan Kapolres Malang disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

“Malam ini, Kapolri mengambil satu keputusan, memutuskan untuk menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat,” kata Dedi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin.

Jenderal bintang dua ini menjelaskan keputusan untuk menonaktifkan AKBP Ferli Hidayat dari jabatan Kapolres Malang itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST 20 98 X KEP 2022. Ferli dimutasi sebagai Perwira Menengah (Pamen) Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri.

Jabatan Ferli digantikan oleh AKBP Putu Kholis Arya yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya.

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *