pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Manggar, Beltim – Kabupaten Belitung Timur (Beltim) resmi menjadi Kabupaten Open Defecation Free (ODF) pertama dari 7 Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini ditandai dengan Deklarasi ODF Kabupaten Beltim yang berlangsung di Auditorium Zahari MZ, Rabu (26/10).

Bupati Beltim burhanudin mengatakan, perjalanan Kabupaten Beltim untuk terverifikasi 100% telah melaksanakan Stop Buang Air Besar Sembarangan/ODF bukanlah hal yang mudah. Berbagai kendala di lapangan yang ditemui tidak serta merta menyurutkan langkah Pemkab Beltim dalam mewujudkan diri sebagai Kabupaten ODF.

“Hampir lima tahun yang lalu sudah mulai tahapan itu, dulu baru satu desa yang di verifikasi. Sejak itu kita terus berjuang mengajak kawan-kawan desa (Pemdes) bersama Sanitarian, Kepala Puskesmas, TNI, POLRI dan didukung oleh pihak swasta,” sebut Aan.

Menurutnya, Deklarasi ODF Kabupaten menjadi momen membangkitkan semangat, komitmen dan tanggung jawab bersama untuk melaksanakan pilar-pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) lainnya untuk Kabupaten Beltim menuju Kabupaten/Kota Sehat.

“Setelah selesai ini kita melangkah ke step yang berikutnya yang sedang berproses. 75% sudah terwujud kita sudah mendekati arah itu, minimal tahun 2024 (menjadi Kabupaten Sehat),” ucap Aan.

Ditemui di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim mengatakan dua dari lima pilar STBM sedang dalam penilaian Pemerintah Pusat yakni tersebut pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Dua pilar masih dalam penilaian pusat terkait evaluasi STBM. Kalaupun hasil ini jauh lebih baik mudah-mudahan langkah kita selanjutnya untuk meng-evaluasi terkait penilaian Kabupaten Sehat bisa dimajukan,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya deklarasi ODF dan pilar-pilar STBM yang masih berproses, masyarakat bisa terus berperan serta dalam kesuksesan STBM dengan selalu berdaya berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Kebiasaan hidup kita sudah mulai berubah, sudah pakai masker, cuci tangan sudah dilakukan dan hampir menjadi tren baru atau gaya hidup baru. Jadi sudah tidak khawatir lagi. Tinggal bagaimana kita memperbaiki limbah masyarakat dengan sampah rumah tangga itu yang paling penting bagi kita saat ini,” pungkasnya. (Ln)

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *