pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Isu mengenai nilai-nilai dasar perdamaian terus digelorakan untuk menumbuhkan semangat siswa dalam aktualialisasi nilai tersebut di kehidupan sehari-hari. Hal tersebut juga dilakukan oleh SMAN 1 Manggar pada Kamis (27/10).

Sekolah ini bekerja sama dengan LPPM Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dan Lokakarya tentang aktualisasi nilai-nilai dasar perdamaian. Seluruh guru pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan(PPKn) tingkat SMP/MTs/SMA/SMK/MA serta perwakilan dua orang siswa se-Kabupaten Belitung Timur turut hadir dalam kegiatan itu.

Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dibuka langsung oleh Bupati Belitung Timur, Burhanudin. Beliau tidak hanya membuka namun juga memberikan materi tentang dua belas dasar nilai-nilai perdamaian.

Dalam pemaparannya beliau menyebutkan bahwa tantangan generasi saat ini adalah menumbuhkan dan
mengaktualisasikan nilai-nilai perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

“Seperti yang kita ketahui, saat ini nilai-nilai perdamaian sangat penting untuk dapat dimiliki. Hal ini karena terdapat banyak tantangan yang dihadapi yaitu: 1) adanya paham golongan yang mengkristal, 2) miskinnya semangat nasionalisme, 3) kehilangan rasa persatuan dan kesatuan, serta 4) adanya konflik horizontal bernuasa SARA”, ucap bupati yang akrab disapa pak Aan tersebut.

Kemudian Burhanudin juga mengingatkan kepada siswa peserta FGD untuk terus memperbaiki karakter.

“Namun yang paling penting sebelum penerapan nilai-nilai damai tersebut, kita butuh untuk memperbaiki karakter kita agar dapat menjadi lebih baik. Bukan hanya tugas guru PPKn di sekolah, namun tugas kita bersama agar karakter-karakter baik tersebut muncul. Saya juga mengingatkan kepada orang tua, karena pada dasarnya pembentukan karakter itu dari rumah. Oleh sebab itu, mari kita
bersama-sama baik siswa, guru, dan orang tua meningkatkan pembentukan karakter baik ini”, ucap Burhanudin.

Tidak tanggung-tanggung, FGD tersebut juga menghadirkan Dr. Syaifullah, S.Pd., M.Si. yang merupakan Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Kebijakan Publik, Inovasi Pendidikan dan Pendidikan Kedamaian LPPM UPI Bandung. Beliau dalam kesempatan tersebut memaparkan tentang tantangan generasi Z dalam aktualisasi pendidikan kedamaian. Dimulai dengan menunjukkan presentasi mengenai
pengertian generasi Z, Syaifullah kemudian memaparkan mengenai karakteristik generasi Z.

“Yah yang hadir diruangan ini, khususnya para siswa saya yakin masuk dalam generasi Z. Generasi yang memiliki ambisi besar untuk sukses, berperilaku instan, cinta kebebasan, percaya diri, suka hal detail, ingin mendapatkan pengetahuan, dan menguasai teknologi digital serta informasi”, ucap Syaifullah.


“Karakteristik tersebut membuat generasi ini sangat membutuhkan pendidikan nilai kedamaian yang dapat diaktualisasikan dalam diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat, serta bangsa dan negara. Mengapa nilai-nilai perdamaian ini penting? Tentunya tidak lain untuk mewujudkan suasana damai, berkontribusi dalam mengatasi konflik, serta bekal dalam menghadapi tantangan di kehidupan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara yang semakin kuat”, ungkap Syaifullah.

Salah satu peserta FGD, Ade Rio Pratama mengungkapkan bahwa FGD ini benar-benar membuka wawasannya terkait tentang nilai-nilai perdamaian.

“Kegiatan FGD ini sangat menarik dan membuat saya pribadi dan teman-teman yang lain terbuka wawasannya tentang nilai-nilai perdamaian. Hal ini tentunya dapat memberikan kami pengetahuan baru serta bekal untuk aktualisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Terimakasih untuk SMAN 1 Manggar atas suguhan ini. Terimakasih pula kepada pak Syaifullah dan pak Burhanudin atas materi yang sangat luar biasa ini”, sebut Ade.


Kepala SMAN 1 Manggar, Sabarudin mengaku senang kegiatan ini dapat berlangsung lancar.

“Alhamdulillah program kerjasama kami dengan LPPM Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dapat berlangsung lancar. Sekedar informasi bahwa kami sudah lama menunggu program ini dapat terlaksana karena pada dasarnya kita butuh penguatan dalam pendidikan kedamaian ini”, ucap Sabarudin. Kemudian beliau juga mengucapkan terimakasih kepada para narasumber yang telah membagikan ilmunya.

“Saya atas nama pribadi dan SMAN 1 Manggar mengucapkan terimakasih kepada pak Bupati dan pak Syaifullah atas suguhan materi yang luar biasa tersebut. Saya rasa kita semua para guru dan siswa memang sangat membutuhkan materi tersebut. Tidak hanya itu, saya juga mengucapkan terimakasih undagan yang telah hadir baik guru PPKn se Belitung Timur ataupun perwakilan siswa. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan impact jangka panjangnya adalah aktualisasi nilai-nilai perdamaian dapat terus dilakukan di lingkungan rumah, sekolah, masyarakat, serta bangsa dan ngera”, pungkas Sabarudin.

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *