pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Manggar, Beltim –  Dalam rangka menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah Tahun 2023 Masehi, Kepolisian Resort (Polres) Belitung Timur (Beltim) melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Satam 2023, Senin (17/4).

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Satam 2023 yang berlangsung di halaman Mapolres Beltim dipimpin Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar. Turut hadir  dalam kegiatan tersebut Kapolres BeltimAKBP Arif Kurniatan, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja dan jajaran forkopimda serta instansi terkait.

Kegiatan apel gelar pasukan diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh pimpinan apel, dilanjutkan dengan penyematan pita tanda dimulainya Operasi Ketupat Satam 2023. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergisitas Polri dengan stakeholder terkait dalam rangka mengamankan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

“Polri bersama stakeholder terkait berkomitmen untuk melaksanakan pengamanan secara lebih optimal, melalui Operasi Terpusat dengan sandi “Ketupat 2023” selama 14 (empat belas) hari mulai 18 April sampai dengan 1 Mei 2023,” demikian sambutan yang disampaikan Kapolri Jenderal Polisi  Listyo Sigit Prabowo melalui Wabup Beltim Khairil Anwar dalam apel gabungan tersebut.

Kapolri juga berkomitmen mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran (kamseltibcar) lalu lintas untuk semua masyarakat Indonesia.

“Selain menjamin kamseltibcar lantas, kita juga harus menjaga situasi kamtibmas melalui berbagai kegiatan seperti patroli pada jam-jam rawan untuk mengantisipasi tindak pidana,” terangnya  dalam amanat yang diikuti ratusan personil dari TNI/POLRI dan instansi terkait.

Dalam kesempatan itu, sebanyak 4.700-an botol minuman keras (miras) dari berbagai jenis dan merek hasil Operasi Pekat Menumbing 2023 dimusnahkan Polres Belitung Timur (Beltim). Pemusnahan barang bukti itu dilakukan usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Satam 2023.

“Barang bukti miras itu ditemukan dari berbagai tempat di wilayah hukum Beltim yang tidak memiliki legalitas atau surat ijin resmi,” kata AKBP Arif Kurniatan kepada Diskominfo Beltim.

AKBP Arif Kurniatan menghimbau agar masyarakat tidak mengonsumsi minuman keras sebab membahayakan kesehatan dan mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat.

“Masyarakat berhenti minum minuman keras yang dapat mengganggu kenyamanan ibadah puasa. Mari kita jaga situasi kamtibmas di Kabupaten Beltim,” harap AKBP Arif. (ver)

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *