pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Manggar, Diskominfo Beltim – Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung melaksanakan Pembangunan Situ Konservasi Kulong Minyak Kecamatan Manggar. Situ Kulong Minyak ini berfungsi sebagai konservasi dan ruang publik.

          Proyek senilai Rp4.640.000.000 ini sudah mulai dilaksanakan. Pelaksana Proyek CV Cipta Graha Rahayu sudah mulai meletakkan tiang pancang di sekitar Kulong Minyak.

Pekerjaan fisik, penanaman tiang pancang akan dilaksanakan perdana, Senin, (12/6/23) pekan depan. Diperkirakan pengerjaan akan memakan waktu satu hingga dua bulan.

Sebelum pekerjaan dimulai, Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (Satker PJSA) menggelar sosialisasi dengan warga dan pedagang di sekitar lokasi proyek Situ Kulong Minyak. Sosialisasi digelar di Ruang Pertemuan Desa Lalang Kecamatan Manggar, Selasa (6/6/23).   

 Kepala Satker PJSA Agus Saputra menekankan faktor keamanan yang paling diutamakan saat pengerjaan proyek. Untuk tahap awal, arus lalu lintas di Kulong Minyak akan menggunakan sistem buka tutup.

“Untuk pengaturan lalu lintas kita akan tutup sesuai kebutuhan, hanya untuk mobilisasi tiang ke arah pancang. Kita liat situasi, kalau dibutuhkan lembur kita kerjakan malam hari,” jelas Agus.

Namun jika dianggap membahayakan warga atau pengedara maka jalan di Kulong Minyak akan ditutup sementara selama proses pengerjaan tiang pancang. Agus menyatakan pengerjaan akan butuh waktu satu setengah bulan.

“Mulai kita nanti Senin, 12 Juni. Dalam waktu dekat teman-teman akan koordinasi ke Kapolsek sama Camat. Kalau jadi ditutup akan kita informasikan ke masyarakat,” kata Agus.

Agus menekankan proyek ini hanya tahap awal. Jika kondisi dan anggaran memungkinkan direncanakan seluruh Kulong Minyak akan dibuatkan taman dan Jongging Track.     

“Area seluas 6,5 hektar keliling kita tata dengan jogging track. Jadi kalau dananya ada, kita tender lagi, proyek ini bertahap,” ungkap Agus.

Warga Minta Air Bersih Imbas Pembangunan Proyek

Warga dan para pedagang di sekitar Kulong Minyak menyambut baik adanya pembangunan Situ Konservasi Kulong Minyak. Selain akan memperindah kota, efek peningkatan ekonomi akan dirasakan langsung oleh para pedagang di sekitar.

          Namun para pedagang khawatir jika saat pengerjaan tiang pancang akan membuat air di Kulong Minyak keruh. Mengingat, lapisan bawah Kulong merupakan minyak yang sudah mengendap puluhan tahun.

          “Kalau kita intinya sangat mendukung. Cuman yang ditakutkan air itu akan keruh dak bisa dipakai, karena proyek ini,” ungkap Pemilik Warkop Evi, Evi Apriyolanda (40) saat Sosialisasi Pembangunan Situ Kulong Minyak di Kantor Desa Lalang Manggar, Selasa (6/6/23).

          Wanita yang sudah 10 tahun berjualan di sekitar Kulong Minyak ini mengaku sehari-hari menggunakan air dari Kulong Minyak untuk keperluan mencuci gelas hingga toilet tamu.

          “Makanya kita minta pasangkan PDAM atau SPAM. Kalau tidak bisa minimal ada bantuan air bersih dari pemerintah untuk keperluan kita,” ujar Evi.

          Evi menyatakan setidaknya ada 10 rumah dan UMKM yang berada di sekitar Kulong Minyak yang akan terdampak saat proyek berlangsung. Dia berharap Pemerintah akan membantu permasalahan warga.

          “Kalau masalah penutupan jalan masih bisalah, tapi air bersih inilah yang pentingnya. Minimal satu tangki (1.000 liter) untuk dua hari,” kata Evi.

Dinas PUPR Sediakan 6 Tangki Air Bersih

          Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Beltim menyatakan siap membantu mencarikan solusi untuk permasalahan air bersih warga dan pedagang sekitar Kulong Minyak yang terkena imbas proyek. Dinas PUPR akan menyuplai air bersih setiap hari untuk kebutuhan warga dan pedagang.

          Kepala Dinas PUPR Kabupaten Beltim Idwan Fikri menyatakan Pemkab Beltim sudah menyiapkan 6 tangki air bersih. Satu tangki memiliki kapasitas 1.000 liter.

          “Tangki-tangki ini nantinya akan kita tempatkan di dekat warung kopi atau rumah warga yang terimbas pembangunan Situ Kulong Minyak. Kita distribusikan air bersih untuk membantu warga,” kata Idwan.

          Idwan yang didampingi Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan Sayono, mengatakan akan berupaya agar kebutuhan air bersih warga dan Pedagang sekitar Kulong Minyak teratasi. Sehingga pelaksanaan proyek pembanguan Situ dapat berjalan lancar.

          “Insyallah nanti kalau ada tangki yang bisa kita gunakan, kita drop ke sana. Kita akan membantu warga masyarakat semampunya,” ujar Idwan.

          Idwan berharap proyek awal ini dapat berjalan dengan lancar mengingat Pemkab Beltim setidaknya mengusulkan tiga proyek ke Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung yakni Situ Kulong Minyak sebagai fungsi konservasi dan ruang publik, Kulong Teratai sebagai fungsi retensi banjir dan Kulong MPB sebagai fungsi retensi.

          “Kita terima kasih benar dengan Balai, kita inginnya ada dukungan dari seluruh masyarakat. Insyaallah kalau kondusif proyek-proyek usulan kita dapat berkelanjutan diakomodir dari Kementerian PUPR,” harap Idwan. @2!      

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *