pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Belitung – Sebanyak 16 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mendapatkan pelatihan bersertifikat Pertanian Hidroponik dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung. Pelatihan dilaksanakan di Aula Utama Lapas Kelas IIB Tanjungpandan selama 14 Hari kerja yang dimulai sejak tanggal 12 Juni 2023. Pelatihan tersebut merupakan aktualisasi dari Jalinan kerjsama antara Lapas Kelas IIB Tanjungpandan dengan BPVP Belitung.

Kepada Media Kamis (15/06/2023) Kalapas Kelas IIB Tanjungpandan sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada BPVP Belitung yang telah mendukung program pembinaan Keterampilan untuk warga binaan di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan. “Ini merupakan wujud dari kerjasama yang telah kita jalin selama ini, sebelumnya juga telah kita laksanakan pelatihan yang sama, yang sekarang ini dilaksanakan oleh BVPB Belitung sebagai penguatan dari program pelatihan sebelumnya jadi lebih kearah praktek langsung dilapangan,” ujarnya.

Kalapas menambahkan, sesuai arahan baik dari Ditjen Pemasyarakatan maupun Kanwil Kemenkumham Babel jajarannya menjajaki kersama dengan berbagai pihak untuk melaksanakan program membangun kompetensi WBP. terlaksananya program pembinaan keterampilan ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga-tenaga yang profesional, terampil dan juga bersertifikasi serta menghasilkan warga binaan yang memiliki kemandirian dan juga kreatifitas yang tinggi. “Di sini WBP dibekali dengan ketrampilan sehingga bisa berguna untuk diri sendiri maupun masyarakat umum setelah bebas dari Lapas,” ujar Kalapas didampingi Kasubsi Kegiatan Kerja Riski

Sementara itu Kepala BPVP Belitung melalui Subkoordinator penyelenggaraan pelatihan vokasi dan peningkatan produktivitas Suherman menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan program dari BVPB Belitung. Kita berikan kepada teman – teman WBP dengan harapan dari apa yang sudah didapat, setelah keluar dapat merubah sikap, mental, moral dan akhlak agar bisa dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja. Untuk pelatihan kali ini, kita fokuskan langsung ke praktek di lapangan, kami pandu dari proses persemaian hingga panen. Selain cara menanam hidroponik kami juga memberikan cara membuat instalasi hidroponik lengkap sehingga peserta dapat bercocok tanam dengan system instalasi ini meskipun tidak memiliki lahan yang luas, bahkan diteras rumah pun bisa”, jelasnya

Hasil pelatihan menunjukkan bahwa para peserta pelatihan telah memiliki kompetensi di bidang hidroponik yang terlampir pada sertifikat lulus yang dibagikan kepada para peserta pelatihan di akhir rangkaian kegiatan pelatihan. Kegiatan pelatihan ini memberikan pengetahuan mengenai cara bercocok tanam modern (hidroponik), serta memberikan motivasi untuk berwirausaha di bidang pertanian hidroponik. “Terimakasih untuk Kalapas yang sudah menjalin kerjasama dengan BPVB Belitung dan semoga tidak berhenti disini, kita akan terus berkolaborasi dan berkoordinasi,” pungkasnya.

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *