pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Rangkasbitung, 16 Juni 2023 – Sejak diluncurkan tahun 2021 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kurikulum Merdeka telah menguatkan mutu pendidikan Indonesia. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk menerapkan pembelajaran yang lebih mendalam sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga pembelajaran lebih menyenangkan bagi guru dan siswa.

Penerapan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah tak terlepas dari dukungan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten. Pembelajaran dalam kurikulum ini berpusat kepada siswa dengan mengedepankan capaian pembelajaran melalui minat dan bakat.

“Kami akan terus bersinergi dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di setiap satuan lembaga pendidikan, begitupun di SMKN 1 Rangkasbitung,” tutur Kepala BPMP Provinsi Banten, Afrizal Sihotang dalam sambutannya pada acara Press Tour Banten 2023, di SMKN 1 Rangkasbitung, Provinsi Banten, Rabu (14/6/2023).

Afrizal pun menjelaskan bentuk dari pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka mulai dari peningkatan kompetensi guru sampai dengan pendampingan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) melalui komunitas belajar di satuan pendidikan.

Dalam rangkaian acara Press Tour Banten 2023, siswa SMKN 1 Rangkasbitung turut menyampaikan implementasi Kurikulum Merdeka. Salah satu dampak positif dari kurikulum ini dirasakan oleh Gusti Cikal Riyadi, siswa kelas X Jurusan Perfilman.

“Saya masuk SMKN 1 Rangkasbitung karena di sini menerapkan Kurikulum Merdeka dan memiliki Jurusan Perfilman. Hal itu membuat belajar saya maksimal karena banyak praktik dan banyak berkolaborasi,” ungkap Cikal dengan semangat membagikan pengalamannya mengenai implementasi kurikulum merdeka belajar di sekolah.

Lebih lanjut, Cikal bercerita bahwa sekolahnya memfasilitasi proses belajarnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Sebagai siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik, ia senang belajar di sekolah karena Kurikulum Merdeka menyelenggarakan pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi.

“Saya senang mengabadikan suatu momen, maka dari itu saya sering meminta proyek dokumentasi ke guru, mulai dari wedding maupun menjadi kameramen moving di berbagai acara,” ungkap Cikal mengenai kurikulum merdeka.

Selain berdampak positif kepada siswa, Kurikulum Merdeka juga berdampak besar pada guru di SMKN 1 Rangkasbitung. Guru-guru di SMK menjadi lebih kreatif untuk membuat metode pembelajaran yang menarik bagi peserta didik.

“Di SMKN 1 Rangkasbitung, guru terus berinovasi dalam pembelajaran kepada siswa. Banyak yang sudah menggunakan video untuk menyampaikan materi melalui TikTok maupun Youtube,” ujar Kepala SMKN 1 Rangkasbitung, Mukmin.  

Salah satu guru yang aktif membuat video pembelajaran yang menarik adalah Deassy Ari Sandy selaku guru mata pelajaran editing dan Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKdK). Ia bercerita bahwa karakter peserta didik sekarang justru senang dengan model pembelajaran melalui video. “Saya membuat video menggunakan kamera dan diunggah di YouTube dan TikTok,” tutur Deassy.

Video pembelajaran tersebut dijadikan sebagai bahan pengantar materi sehingga nantinya peserta mencari tahu sendiri dan dilanjutkan dengan diskusi. Dengan konsep seperti itu, pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dibandingkan dengan konsep guru berceramah. Deassy juga mengungkapkan bahwa adanya aplikasi PMM sangat membantu guru dalam mencari inovasi dan strategi mengajar.

Semangat implementasi Kurikulum Merdeka di SMKN 1 Rangkasbitung juga terlihat dengan terbitnya modul pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Terdapat enam guru SMKN 1 Rangkasbitung yang diberikan kepercayaan menyusun buku modul Kurikulum Merdeka mulai dari pelajaran bahasa Indonesia sampai dengan Sejarah.

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *