pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

JAKARTA – Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Taufik Hanafi dan Kepala Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia Valerie Julliand menandatangani Pernyataan Kehendak antara Kementerian PPN/Bappenas dan PBB tentang Pembentukan Kerja Sama Transformasi Pulse Lab Jakarta Menjadi United Nations Global Pulse Asia Pacific (UNGP-AP), Jumat (23/6) di Jakarta. Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menjadikan UNGP-AP sebagai pendorong inovasi pembangunan di kawasan Asia Pasifik, menggantikan Pulse Lab Jakarta yang dibentuk pada 2012.

Dalam agenda yang sekaligus menandai satu dasawarsa perjalanan Pulse Lab Jakarta dan merupakan tindak lanjut dari mandat Presidensi G20 Indonesia 2022 tersebut, Deputi Bidang Sarana Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Ervan Maksum menyatakan, transisi antara Pulse Lab Jakarta dan UNGP-AP menandai komitmen Indonesia untuk mendukung inovasi data dan memperluas pengaruh di wilayah Asia Pasifik. “UN Global Pulse Asia Pacific akan berperan sebagai katalisator bagi kolaborasi yang lebih besar, menciptakan dampak yang lebih luas dan mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai negara,” urai Deputi Ervan.

UNGP-AP membidik sejumlah tujuan strategis, yakni meningkatkan kemampuan inovasi data, strategic foresight, dan ilmu perilaku yang dapat mendukung beberapa bidang, yakni pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, penanganan perubahan iklim, hingga transformasi digital, yang seluruhnya akan berkontribusi dalam mencapai tujuan besar bangsa, utamanya mewujudkan sasaran dan target Indonesia Emas 2045.

Selain itu, keberadaan dan peran UNGP-AP juga memperkuat visi Sekretaris Jenderal PBB untuk mendukung masa depan yang inklusif dan berkelanjutan. “Selama bertahun-tahun, Pulse Lab Jakarta telah memperkuat kapabilitas dan efektivitas badan-badan PBB dan para pemangku kepentingannya dan sebagai hub regional Asia Pasifik, mereka akan memberikan nilai tambah yang lebih besar lagi bagi kawasan ini,” ujar Valerie Julliand.

Sebagai hub inovasi regional, UNGP-AP akan melanjutkan beberapa hal yang telah dilaksanakan Pulse Lab Jakarta yang telah menghasilkan lebih dari 100 prototipe dan 50 kemitraan baru, serta menempatkan Indonesia dan PBB di posisi terdepan dalam mendorong inovasi regional. UNGP-AP juga akan berperan sebagai enabler untuk mendukung jaringan mitra pembangunan dan mendorong visi UN 2.0 yang relevan untuk mengatasi tantangan pembangunan masa depan.

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *