BELITUNG. Sosialisasi dan ceramah Lambangja merupakan salah satu sarana untuk dapat mengevaluasi kinerja dan tingkat safety culture di seluruh satuan kerja jajaran TNI AU khususnya Lanud H.AS Hanandjoeddin.
Sehingga akan diperoleh data masukan terkait kendala atau hambatan yang ditemui di lapangan dan saran masukan yang positif guna meningkatkan pola pembinaan lambangja yang terpadu dan berkesinambungan guna mendukung kelancaran dalam melaksanakan tugas.
Hal tersebut disampaikan Komandan Lanud H.AS Hanandjoeddin (Lanud ASH) Letkol Pnb Luky Indrawan S.A.P., pada saat Safety Meeting yang di ikuti oleh seluruh personel baik Militer maupun PNS Bertempat di Gedung Wira Angkasa Lanud ASH. Jumat,(4/8/2023).
Dikatakan pula, bahwa sasaran yang ingin dicapai adalah diperolehnya kesamaan persepsi, pola pikir, pola sikap, dan pola tindak dalam rangka membangun safety culture guna mendukung kelancaran tugas yang menjadi amanah kita serta diharapkan menjadi sarana komunikasi, bertukar pikiran dan saling memberi masukan. Ucap Letkol Pnb Luky Indrawan S.A.P. yang pernah menjabat Danskadron Udara 7 tersebut.
Alumni AAU 2001 tersebut juga menyampaikan bahwa Tujuan utama Sosialisasi tentang Lambangja ini adalah agara tercapai “Zero Accident”, sesuai harapan kita semua.
Lebih lanjut bahwa, budaya keselamatan terbang dan kerja (Lambangja) bukan hanya untuk Lanud H. AS Hanandjoeddin saja, melainkan seluruh komponen TNI Angkatan Udara. Imbuh Danlanud ASH.
Sesuai dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) bidang Safety yaitu “Jadilah pejuang Safety untuk mencapai Zero Accident dalam mewujudkan TNI Angkatan Udara yang disegani di kawasan”.
Setelah Acara Safety Meeting dilanjutkan dengan penyerahan sepatu boots oleh Kalambangja kepada Kasifashar dan penyerahan baju rompi safety kepada Kasi PLLU Lanud H.AS Hanandjoeddin.












