pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Kementerian Perdagangan terus melakukan berbagai program dan strategi untuk mendorong peningkatan pemasaran produk-produk Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri. Salah satunya, dengan fokus mengembangkan ekspor produk halal Indonesia ke pasar global.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi pada acara “IKM Hunter Goes to Bekasi” yang digelar pada hari ini, Selasa (5/9) di Bekasi, Jawa Barat. Turut hadir pada acara ini Ketua Yayasan BIG Indonesia Dwi Andayani, Wakil Rektor London School of Public Relations (LSPR) Institute of Communication & Business Lestari Nurhajati.

Hadir sebagai narasumber yaitu Pimpinan PT Jagoan Ekspor Impor Wisnu Wiratamadja Effendi, Vice Presiden Performance PT Pos Indonesia Heri Nugrahanto, Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Agama Fertiana Santy, serta Operations Manager GS One Indonesia Kumoro Wijanarko.

“Salah satu produk yang menjadi fokus pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan adalah pengembangan produk halal. Produk halal memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, baik di dalam maupun luar negeri,” kata Didi.

Didi menyebut, ekspor produk halal Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Berdasarkan riset Global Islamic Economy Indicator 2022 oleh Dinar Standard, Indonesia menempati peringkat ke-4 ekonomi syariah terbesar setelah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Secara detail per sektor, Indonesia menempati urutan ke-2 untuk kategori makanan halal, peringkat ke-3 untuk fesyen muslim, dan peringkat ke-6 untuk keuangan syariah.

Di sisi lain, saat ini jumlah populasi Muslim di dunia diperkirakan mencapai 1,91 miliar jiwa atau sekitar 26 persen dari populasi dunia. Sementara jumlah muslim di Indonesia tercatat 231 juta jiwa dan menempatkan Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

“Secara ekosistem, Indonesia sangat mumpuni untuk mengembangkan produk halal,” tandas Didi.

Didi memaparkan, sebagai upaya percepatan ekspor usaha kecil dan menengah (UKM) Halal, pemerintah telah membentuk Indonesia Halal Export Incorporated. Pembentukan ini berdasarkan SK Sekretaris Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, nomor KEP-1/S.KNEKS/2022 tanggal 22 Oktober 2022.

Program percepatan ekspor UKM Halal difokuskan pada akses pasar ekspor produk halal, pembiayaan ekspor, inkubasi dan produksi, serta perjanjian dagang dengan negara mitra.

Didi melanjutkan, Kemendag telah melakukan berbagai program Promosi Produk Halal 2023. Diantaranya dengan mengikuti berbagai pameran seperti Thaifex Anuga Asia di Bangkok dan Malaysia International Halal Showcase; sementara untuk produk modest fashion Kemendag juga berpartisipasi pada New York Fashion Week, Paris Fashion Week, London Fashion Week, Indonesia Festival 2023 di Korea Selatan, dan Jakarta Muslim Fashion. Kemendag juga terus mempromosikan produk halal Indonesia melalui kegiatan misi dagang. Beberapa diantaranya yaitu kegiatan misi dagang ke Arab Saudi, Mesir, dan India.

Sebagai puncaknya, Kemendag akan menggelar ajang Trade Expo Indonesia yang akan dilaksanakan secara fisik pada 18 – 22 Oktober 2023 dan secara daring pada 18 Oktober – 18 Desember 2023. TEI merupakan pameran tahunan berskala internasional dan terbesar di Indonesia yang akan dihadiri pembeli dari berbagai negara. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan produk-produk Indonesia.

Didi menambahkan, untuk meningkatkan daya saing, Kemendag melaksanakan beberapa program fasilitasi sertifikasi. Beberapa diantaranya fasilitasi sertifikat halal bagi pelaku usaha makanan/minuman olahan, kosmetik dan bahan penyusun kosmetik, serta produk kulit.

Selanjutnya, sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) bagi pelaku usaha di wilayah DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten. Selain itu, Good Manufacturing Practices (GMP) ISO 22716 untuk perusahaan kosmetik di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Didi berharap, IKM Hunter Goes to Bekasi dapat memberikan manfaat bagi kemajuan pelaku UKM. “Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para pelaku usaha dan juga para mahasiswa. Lebih jauh, semoga program ini juga memberikan kontribusi positif bagi perdagangan Indonesia,” tutup Didi.

Selama lima tahun terakhir (2018—2022), ekspor produk halal Indonesia terus meningkat dengan tren pertumbuhan sebesar 4 persen. Sementara pada semester pertama 2023, ekspor produk mencapai USD 6,90 miliar. Sedangkan, pada 2022, nilai ekspor produk halal Indonesia mencapai USD 15,87 miliar, naik 9,83 persen dibandingkan tahun 2021.

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *