pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Kepala Desa Gantung secara tegas menyatakan bahwa diri nya beserta perangkat Desa Gantung tidak akan memberikan surat keterangan domisi bagi pendatang yang berdomisi di Warung Makan HW Dusun Ganze, demikian hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Gantung Arief Kusmaryadi dalam wawancara nya kepada media online Daulat Rakyat 25/9-2023

“urang HW mintak buatkan surat keterangan  domisili jak dak kuladene” Ujar Arief

Diri nya menegaskan sekali lagi bahwa di Dusun Ganze peruntukan nya bukan pariwisata namun pertanian, jadi dengan menjamur nya rumah kopi yang beroperasi sebagai café remang remang secara jelas menyalahi aturan dan peruntukan nya

Disinggung dengan PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO NOMOR INDUK BERUSAHA: 0212220018904 atas nama CV WAHANA INTI NUSANTARA yang beralamat Jl. Akasia Dusun Kabung Jaya  Desa/Kelurahan Mekar Jaya, Kec. Manggar, Kab. Belitung Timur yang menyebutkan sebagai izin : “Restoran” lokasi usaha Jl. Damai Dusun Danau Nujau, Desa/Kelurahan Gantung, Kec. Gantung, Kab. Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, secara jelas Arief Kusmaryadi menyatakan bahwa wilayah itu bukan Dusun Danau Nujau melainkan Dusun Ganze

Pihak nya pun sudah pernah mengadakan RDP masalah Restoran yang berubah fungsi menjadi Café/Diskotik dengan nama HW

“Sempat ade tindak lanjut dari APH & SatpolPP, Perizinan, Bidang Tata Ruang PUPR turun langsung ke lapangan, ada beberapa temuan yang mereka  tindak lanjuti salah satu nya konsep bangunan rumah makan dan minumnye yang lebih mengarah ke bar & cafe atau diskotik daripada rumah makan” imbuh Arif Kusmaryadi

Arif menandaskan bahwa bangunan itu pernah di segel karena izin rumah makan tapi konsep bangunannye diskotik yang jelas tidak sesuai, dalam surat ke Bupati menolak keras dengan adanya HW di Desa Gantung.

Disingung untuk mem PTUN kan pengusaha yang menyalahi aturan di Desa Gantung diri nya menyebutkan lebih baik dana nya digunakan untuk kegiatan operasional desa.

“Konsekuensinye itu masalah e…akhirnye gawe di kantor desa carut marut, masalah pembiayaan e juak sayang kalok APBDes d habiskan idang ngurus nok gitu-gitu, ukan sikit-sikit duit pulak”Sergah Arief Kusmaryadi.

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *