pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa penyelenggaraan PON XII cukup unik karena untuk pertama kalinya ajang olahraga tersebut digelar di dua provinsi sekaligus.

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) bersama jajarannya untuk membahas persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara (Sumut) yang akan dimulai pada September 2024 mendatang. Ratas tersebut digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 9 Oktober 2023.

Dalam keterangannya selepas ratas, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa penyelenggaraan PON XII cukup unik karena untuk pertama kalinya ajang olahraga tersebut digelar di dua provinsi sekaligus. Ia berharap, penyelenggaraan PON tersebut bisa berjalan dengan baik.

“Kita berharap mudah-mudahan PON ke-21 ini bisa terselenggara dengan baik karena penyelenggaranya dua provinsi, Aceh dan Sumatra Utara,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Suwarno, menjelaskan bahwa pemerintah terus mempersiapkan fasilitas tempat untuk penyelenggaraan PON XXI. Di Aceh, lanjutnya, dalam waktu dekat akan dilakukan renovasi 13 venue dan pembangunan baru 1 venue dayung.

“Yang mengerjakan PUPR sehingga kami yakin semuanya itu akan selesai paling lambat Juli akhir atau Agustus tahun depan pasti akan siap,” ungkapnya.

Selain itu, usulan fasilitas lain yang masih dalam pertimbangan antara lain kolam renang, lapangan tembak dalam dan luar ruangan, stadion bulu tangkis, dan arena sepatu roda. Menurutnya, pembangunan tersebut akan dikerjakan dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Aceh.

“Harapannya karena ini sifatnya renovasi yang tidak terlalu berat maka akan selesai pada waktunya,” imbuhnya.

Suwarno meyakini pembangunan fasilitas olahraga di Sumatra Utara juga akan selesai pada waktunya. Beberapa pembangunan yang dilakukan antara lain stadion madya untuk atletik, gelanggang olahraga untuk bela diri.

Ia melanjutkan, pembangunan maupun renovasi fasilitas olahraga juga melibatkan pemerintah kabupaten/kota masing-masing. Ia pun yakin PON XXI akan digelar sesuai waktu yang dijadwalkan pada tahun depan.

“Dilihat dari dua kesiapan ini tidak ada alasan untuk PON tidak dilaksanakan dan kita yakin bahwa PON akan dilaksanakan tahun depan,” ucapnya.

Untuk diketahui, PON XXI rencananya akan dibuka pada 8 September 2024 di Aceh dan ditutup pada 20 September 2024 di Sumatra Utara.

(BPMI Setpres)

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *