pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra membantah seluruh isi pemberitaan Meta Nex, yang memberitakan Prabowo Subianto terlibat dugaan korupsi dan penyuapan sejumlah 55,4 juta US Dolar dalam pembelian pesawat jet tempur Mirage bekas dengan Pemerintah Qatar.

Uang itu disebut-sebut dijadikan modal Prabowo maju ke Pilpres 2014. Berita dari sumber itu kemudian dikutip oleh berbagai media di Tanah Air.

“Berita tersebut adalah hoax terbesar yang dilakukan media asing jelang pencoblosan tanggal 14 Februari. Berita hoax tersebut adalah sebuah pembusukan politik,” tegas Yusril yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu.

Pembelian pesawat bekas dengan Qatar itu tidak pernah dilaksanakan karena keterbatasan anggaran negara kita. Meskipun perjanjian telah disepakati, namun Pemerintah RI tidak jadi membeli pesawat bekas tersebut. Tidak ada penalti apa pun kepada Pemerintah RI akibat pembatalan itu jelas Yusril.

Pemerintah Qatar memang ingin kita membeli pesawat bekas itu secara tunai, namun kita ingin membelinya dengan cara utang. Sebab itu, kita menggunakan agen perusahaan dari Republik Czech. Namun karena keterbatasan anggaran kita, pembelian dengan cara utang itu pun akhirnya tidak jadi dilaksanakan.

Tidaklah benar kalau badan anti korupsi Uni Eropa melakukan menginvestigasi Menhan RI Prabowo. Berita hal ini didasarkan komunikasi antara badan anti korupsi itu dengan Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Kalau investigasi itu ada, maka pihak Qatar dan agen dari Czech juga akan lebih dulu diinvestigasi, tetapi hal itu tidak terjadi. Penulis berita Jhon William dan media yang memberitakannya bukanlah media mainstream yang kredibilitas pemberitaannya dapat dipercaya. Pemberitaan dari media mainstream di luar negeri ternyata tidak ada.

Yusril menghimbau seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk tidak begitu saja mempercayai berita yang sumbernya tidak kredibel. Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan pemberitaan-pemberitaan yang berisi pembusukan politik.

“Tingkat elektabilitas Prabowo-Gibran kini begitu tinggi, pasangan ini diprediksi akan menang. Karena itu pembusukan politik mulai dihembuskan untuk merusak kredibilitas Prabowo,” tegas Yusril.

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *