
Tanjungpandan, 4 Agustus 2025 — Wakil Bupati Belitung, Syamsir, secara resmi membuka kegiatan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Belitung Tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung di Green Tropical Village, Tanjungpandan, dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta para pelatih dan orang tua peserta.
Dalam sambutannya, Syamsir menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera, melainkan simbol nasionalisme, disiplin, dan keteladanan generasi muda. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan.
“Kalian adalah putra-putri terbaik daerah yang telah terpilih melalui proses seleksi yang ketat. Jadikan ini sebagai momentum untuk mengasah karakter, jiwa kepemimpinan, serta rasa cinta tanah air,” ujar Syamsir.
Diklat Paskibraka tahun ini diikuti oleh 32 pelajar terbaik dari berbagai SMA/SMK sederajat di Kabupaten Belitung, terdiri dari 16 laki-laki dan 16 perempuan. Mereka telah melewati tahapan seleksi fisik, mental, dan intelektual yang ketat, yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Belitung.
Selama beberapa minggu ke depan, para peserta akan menjalani pelatihan intensif yang mencakup:
- Latihan baris-berbaris dan formasi pengibaran bendera
- Pembentukan mental dan fisik
- Wawasan kebangsaan dan kepemimpinan
- Etika dan disiplin pribadi
Pelatihan ini dilaksanakan di dua lokasi utama: Hotel Green Tropical Village untuk materi kelas, dan Stadion Pangkalalang serta halaman Kantor Bupati untuk latihan lapangan.
Kegiatan ini melibatkan unsur TNI dan Polri sebagai pelatih dan pembina utama. Mereka bertugas memastikan kesiapan teknis dan mental para calon paskibraka dalam menjalankan tugas kenegaraan pada Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, yang akan digelar pada 17 Agustus mendatang.
Suparno, Sekretaris Kesbangpol Belitung, menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal teknik pengibaran bendera, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai patriotisme, integritas, dan semangat persatuan.
“Setiap tetesan keringat adalah bekal berharga untuk meraih kesuksesan. Hari ini menandai dimulainya perjuangan kalian untuk menggapai cita-cita paling mulia menjadi bagian pasukan pengibar bendera pusaka,” ujar Suparno.
Diklat Paskibraka menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter generasi muda Belitung. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini mampu mencetak pemuda-pemudi yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan dan kepedulian sosial.
Dengan latar belakang peserta yang beragam, kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan lintas sekolah dan kecamatan, memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas antar pelajar.
Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan bendera di hari kemerdekaan. Ia adalah simbol harapan, semangat, dan masa depan bangsa. Di tangan para peserta Diklat Paskibraka Belitung 2025, semangat merah putih kembali ditegakkan—dengan disiplin, dedikasi, dan cinta tanah air yang menyala.










