Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Jejak Kejayaan Keramik di Tanjungpandan: Dari Api Tanur ke Reruntuhan Sejarah
Inshot 20250810 093927274

Jejak Kejayaan Keramik di Tanjungpandan: Dari Api Tanur ke Reruntuhan Sejarah

Inshot 20250810 094106096

oleh : Akhlanudin

Di jantung kota Tanjungpandan, hanya beberapa ratus meter dari Kantor Bupati Belitung, berdiri sebuah kompleks tua yang kini nyaris terlupakan: bekas pabrik keramik milik PT Keramika Indonesia Assosiasi (KIA).

Di masa jayanya, tempat ini bukan sekadar pabrik—ia adalah simbol kemajuan industri, harapan pembangunan nasional, dan bukti bahwa Belitung pernah menjadi pusat produksi keramik berkualitas tinggi di Indonesia.

Awal Mula: Visi Nasional di Tanah Belitung

Kisahnya bermula pada awal 1950-an, ketika Wakil Presiden Mohammad Hatta mengajak pengusaha Tionghoa asal Belitung, Oei Jong Tjioe, untuk membangun industri bahan bangunan di daerah ini.

Tujuannya bukan semata ekonomi, tetapi juga strategi pembangunan nasional: mengurangi ketergantungan pada impor dan memberdayakan daerah luar Jawa. Maka lahirlah CV Keramika Indonesia, yang kemudian berkembang menjadi PT KIA.

Presiden Soekarno, yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembangunan industri dalam negeri, menetapkan pabrik ini sebagai perusahaan vital melalui Keputusan Presiden No. 92 Tahun 1964.

Dengan status ini, pabrik keramik Belitung menjadi bagian dari proyek strategis nasional, sejajar dengan industri baja dan semen.

Masa Kejayaan: Api Tanur yang Tak Pernah Padam

Kompleks pabrik di Jalan Ahmad Yani dibangun dengan perencanaan matang. Selain area produksi, terdapat perumahan karyawan, gudang bahan baku, tanur pembakaran, dan cerobong asap besar yang menjadi ikon kawasan.

Di dalamnya, ratusan pekerja lokal mengolah tanah liat menjadi ubin, genteng, dan keramik dinding yang dikirim ke berbagai penjuru Indonesia—bahkan hingga ke luar negeri.

Produk keramik dari Belitung dikenal karena kualitasnya yang tinggi dan desainnya yang elegan. Banyak bangunan pemerintah, rumah-rumah elite, dan fasilitas umum di era 1960–1980-an menggunakan keramik buatan Tanjungpandan.

Di mata masyarakat, pabrik ini bukan hanya tempat kerja, tetapi juga lambang kemajuan dan kebanggaan daerah.

Senjakala Industri: Dari Gemerlap ke Reruntuhan

Namun, seperti banyak industri nasional lainnya, pabrik keramik Belitung tak luput dari badai ekonomi dan perubahan zaman. Memasuki akhir 1990-an, produksi mulai menurun.

Persaingan dengan produk impor, perubahan kebijakan industri, dan keterbatasan modernisasi membuat pabrik ini perlahan kehilangan daya saing. Tanur-tanur yang dulu menyala siang malam mulai padam. Cerobong asap berhenti mengepul.

Akhirnya, pabrik ditutup. Bangunan dibiarkan terbengkalai. Semak belukar mulai menutupi fondasi tua. Sisa-sisa tanur pembakaran dan puing-puing keramik yang pecah menjadi saksi bisu kejayaan yang pernah ada.

Cerobong besar masih berdiri, seolah menolak dilupakan, meski kini hanya menjadi latar bagi burung-burung dan angin yang berdesir.

Warisan yang Terlupakan?

Meski fisiknya nyaris lenyap, warisan industri keramik Belitung tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat.

Banyak warga tua Tanjungpandan masih mengenang masa ketika pabrik itu menjadi pusat kehidupan.

Beberapa rumah lama di Belitung masih menggunakan ubin asli dari pabrik KIA, menjadi artefak kecil dari masa keemasan.

Kini, pertanyaannya adalah: apakah warisan ini akan dilestarikan, atau dibiarkan hilang ditelan waktu? Kompleks pabrik keramik bisa menjadi situs sejarah industri, tempat edukasi, atau bahkan ruang kreatif baru yang menghidupkan kembali semangat produksi lokal.

Tapi untuk itu, diperlukan kemauan politik, dukungan masyarakat, dan visi baru tentang bagaimana masa lalu bisa menjadi fondasi masa depan

Artikel Terkait

Inshot 20260116 075025570

Korupsi SP3AT Fiktif Lepar Pongok:…

Intisari Berita BANGKA – Kejaksaan Negeri…

Inshot 20260116 074043280

KRI Todak-631 Gerebek 25 Ton…

Intisari Berita Bangka Selatan – Upaya…

Inshot 20260116 073202188

Pansel Umumkan Tiga Terbaik Seleksi…

Intisari Berita BELITUNG – Panitia seleksi…

Jejak Kejayaan Keramik di Tanjungpandan: Dari Api Tanur ke Reruntuhan Sejarah – Media Daulat Rakyat