
Belitung, 18 Agustus 2025 — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar serangkaian perlombaan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan ini melibatkan masyarakat dari dua desa yang berada di sekitar kawasan, yakni Desa Tanjung Binga dan Desa Keciput.
Perwakilan KEK Tanjung Kelayang, Amin, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya ingin menghadirkan nuansa berbeda dalam perayaan kemerdekaan.
“Kami sengaja mengundang warga dari dua desa tetangga KEK agar bisa merayakan bersama. Biasanya kegiatan dilakukan secara terpisah, tapi kali ini kami satukan agar lebih meriah dan mempererat hubungan,” ujarnya di Sheraton Belitung Resort, Senin.
Menurut Amin, keberadaan KEK yang berada di antara dua desa tersebut menjadi alasan utama digelarnya kegiatan bersama.
Ia berharap, melalui perlombaan yang digelar, masyarakat dapat lebih mengenal KEK Tanjung Kelayang dan mendukung keberadaannya sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
“Sebagai contoh, sekitar 30 persen karyawan Sheraton Belitung berasal dari Belitung sendiri. Selain itu, para pendatang yang bekerja di sini juga tinggal dan berbelanja di sekitar desa, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang positif,” jelasnya.
Amin menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang perkenalan antara pengelola kawasan dan masyarakat sekitar. “Kalau tidak kenal, tidak sayang. Maka dari itu kami mengundang mereka agar tahu apa itu KEK dan dampaknya bagi desa,” katanya.
Salah satu perlombaan yang menarik perhatian adalah lomba memasak yang digelar di area “Kampong Kecik” Sheraton Belitung Resort. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, bahkan berhasil memukau juri yang merupakan chef berpengalaman internasional.
“Kami terkejut dengan kreativitas peserta, ada yang membuat garang asam dan Bedulang khas Belitung dengan sentuhan unik dan otentik,” ungkap Amin.
Kemeriahan acara juga menarik minat tamu asing yang tengah menginap di Sheraton.
“Bulan Agustus bertepatan dengan musim liburan di Eropa, jadi banyak tamu yang tinggal lebih lama. Mereka sangat menikmati suasana lomba, dan kami berencana menggelar acara serupa tahun depan,” tambahnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Tarappe, menyampaikan bahwa tujuan utama dari perlombaan ini adalah mempererat silaturahmi antara pengelola kawasan dan masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kawasan ini terbuka untuk semua. Antusiasme warga sangat luar biasa, dan kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga,” tuturnya.












