
BELITUNG — Pemerintah Kabupaten Belitung masih menyisakan sembilan jabatan eselon II yang kosong, termasuk di sejumlah perangkat daerah strategis seperti Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Pariwisata. Kekosongan ini terjadi setelah pelantikan pejabat hasil evaluasi kinerja dan job fit beberapa waktu lalu.
Tak hanya di tingkat eselon II, sejumlah posisi eselon III seperti kepala bidang dan sekretaris dinas juga belum terisi.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses pengisian jabatan rampung pada September 2025, meski tetap bergantung pada kelancaran tahapan administratif.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki, menjelaskan bahwa pengisian jabatan tidak bisa dilakukan secara instan.
“Proses ini tidak langsung, tidak bisa ujug-ujug. Tapi saat ini sedang berproses, nanti bisa melalui pergeseran, ada juga lewat lelang jabatan sesuai arahan pimpinan,” ujarnya, Senin (25/8/2025).
Ia menambahkan, fokus utama saat ini adalah pengisian jabatan eselon II, sebelum berlanjut ke eselon III.
Menurutnya, penempatan pejabat tidak hanya mempertimbangkan kecakapan teknis, tetapi juga aspek kepemimpinan dan kolaborasi.
“Pemimpin itu harus bisa mengatur anak buahnya, merangkul sesuai tupoksi, dan punya spirit yang sama untuk mencapai tujuan bersama,” kata Marzuki.
Untuk jabatan yang akan diisi melalui seleksi terbuka, pemerintah daerah perlu membentuk panitia seleksi (pansel) terlebih dahulu. Marzuki memastikan tahapan ini sedang berjalan dan menunggu waktu pelaksanaan yang tepat.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Belitung akan membuka seleksi terbuka untuk mengisi sejumlah jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama atau eselon II yang masih kosong. Kepala BKPSDM Kabupaten Belitung, KA Azhami, menyebutkan bahwa seleksi akan dimulai setelah Bupati Belitung genap menjabat enam bulan, yakni pada 22 Agustus 2025.
Seluruh proses pengisian jabatan akan dilakukan secara terintegrasi melalui sistem Integrated Mutasi (I-Mut) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Insya Allah akan lebih cepat kita melakukan pengisian jabatan kosong itu,” ujar Azhami












