
PANGKALPINANG — Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang ulang tahun 2025 resmi digelar pada Rabu (27/8/2025), menyusul kekalahan calon tunggal dari kotak kosong dalam Pilkada 2024. Pemungutan suara dimulai sejak pagi dan ditutup pukul 13.00 WIB, dengan antusiasme warga terlihat di berbagai TPS meski sempat diwarnai kekhawatiran akan praktik politik uang
Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, Unu Ibnudin, menyatakan pelaksanaan berjalan lancar dan kondusif. “Alhamdulillah, cuaca cerah dan partisipasi warga cukup tinggi. Kita harap hasilnya benar-benar mencerminkan kehendak masyarakat,” ujarnya saat meninjau TPS
Hasil Quick Count Sementara
Elekta Research Center Universitas Pertiba (Uniper) merilis hasil hitung cepat sekitar pukul 17.38 WIB. Direktur Elekta, Divo Dharma Silalahi, menyebut pasangan nomor urut 3, Prof. Saparudin – Dessy Ayutrisna, unggul sementara dengan 41,41% suara
Urutan berikutnya:
- Nomor urut 4: Basit Cinda – Dede Purnama Alzulami: 26,65%
- Nomor urut 2: Maulan Aklil – Zeky Zamani: 26,44%
- Nomor urut 1: Eka Mulya Putra – Radmida Dawam: 5,5%
Divo menekankan bahwa suara masuk baru sekitar 46,5% dari total 314 TPS. “Masih bisa terjadi kejutan. Ini belum final,” ujarnya
Isu Politik Uang dan OTT Warga
Di tengah proses pemungutan suara, pasangan nomor urut 2 Maulan Aklil – Zeky Zamani diduga terlibat praktik politik uang. Informasi awal diterima Bawaslu RI setelah warga melakukan operasi tangkap tangan (OTT)
Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, turut memantau langsung pelaksanaan di TPS Gabek II. Ia mengapresiasi kerja jajaran KPUD dan menyerukan netralitas penyelenggara demi menjaga kepercayaan publik
Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, juga hadir di TPS 006 Air Salemba. “Siapa pun yang terpilih adalah kehendak rakyat. Mari jaga suasana kondusif,” tegasnya












