Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Kericuhan di Bandung: Massa Bakar Aset MPR di Tengah Aksi Solidaritas, Ketegangan Meningkat di Depan DPRD Jabar
Img 20250829 191457

Kericuhan di Bandung: Massa Bakar Aset MPR di Tengah Aksi Solidaritas, Ketegangan Meningkat di Depan DPRD Jabar

Img 20250829 191457

Bandung, 29 Agustus 2025 — Aksi solidaritas yang digelar di depan Gedung DPRD Jawa Barat berubah menjadi insiden yang mengkhawatirkan. Massa yang awalnya berkumpul untuk menyuarakan keprihatinan atas tewasnya Affan Kurniawan—pengemudi ojek online yang meninggal dalam insiden kendaraan taktis polisi di Jakarta—berubah beringas dan membakar sebuah rumah yang diketahui sebagai aset milik Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).

Kronologi Kejadian

Sekitar pukul 16.30 WIB, ratusan demonstran mulai memadati Jalan Diponegoro. Mereka membawa poster, spanduk, dan menyuarakan tuntutan keadilan atas kematian Affan. Namun, suasana berubah tegang ketika aparat mulai membentuk barikade dan massa mulai melemparkan batu serta botol ke arah petugas.

Tak lama kemudian, sebuah rumah tua di seberang Gedung DPRD Jabar menjadi sasaran amuk massa. Bangunan tersebut, yang tercatat sebagai aset negara milik MPR RI, dilempari molotov dan dibakar. Api cepat membesar, membumbung tinggi, dan menghanguskan sebagian besar struktur bangunan. Warga sekitar panik, sementara aparat terlihat kewalahan mengendalikan situasi.

Aset Negara Jadi Korban

Menurut data dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Negara (BPKAN), rumah tersebut merupakan bagian dari aset negara yang dialokasikan untuk fungsi kelembagaan MPR RI di daerah. Belum diketahui apakah bangunan tersebut masih aktif digunakan atau dalam status non-operasional.

Pembakaran aset negara ini berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum serius. Pasal 170 KUHP dan UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara mengatur bahwa perusakan terhadap aset milik negara dapat dikenakan pidana berat, apalagi jika dilakukan dalam konteks kerusuhan.

Tuntutan Massa dan Respons Aparat

Koordinator aksi, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa pembakaran bukan bagian dari rencana aksi, melainkan bentuk luapan emosi atas ketidakadilan yang dirasakan masyarakat akar rumput.

“Kami tidak ingin kekerasan, tapi suara kami tidak pernah didengar. Affan adalah simbol dari ketidakpedulian negara terhadap rakyat kecil,” ujarnya.

Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah korban luka atau pelaku yang diamankan. Namun, Kapolrestabes Bandung dikabarkan telah mengerahkan tambahan personel untuk mengamankan lokasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Dampak Sosial dan Politik

Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara masyarakat sipil dan aparat negara dalam beberapa bulan terakhir. Di tengah sorotan terhadap reformasi kepolisian dan transparansi penegakan hukum, aksi di Bandung menjadi simbol kemarahan kolektif yang melampaui kasus Affan semata.

Pengamat sosial dari Universitas Padjadjaran, Dr. Rini Kartikasari, menilai bahwa pembakaran aset negara menunjukkan kegagalan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Ini bukan sekadar kerusuhan, tapi ekspresi frustrasi yang terakumulasi. Negara perlu hadir bukan hanya dengan aparat, tapi dengan empati dan solusi,” katanya.

Artikel Terkait

Inshot 20260116 075025570

Korupsi SP3AT Fiktif Lepar Pongok:…

Intisari Berita BANGKA – Kejaksaan Negeri…

Inshot 20260116 074043280

KRI Todak-631 Gerebek 25 Ton…

Intisari Berita Bangka Selatan – Upaya…

Inshot 20260116 073202188

Pansel Umumkan Tiga Terbaik Seleksi…

Intisari Berita BELITUNG – Panitia seleksi…

Kericuhan di Bandung: Massa Bakar Aset MPR di Tengah Aksi Solidaritas, Ketegangan Meningkat di Depan DPRD Jabar – Media Daulat Rakyat