
Jakarta, 30 Agustus 2025 — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rais Aam KH. Miftachul Akhyar menyampaikan seruan resmi menyikapi situasi yang memanas antara aparat keamanan dan masyarakat di sejumlah titik di Jakarta. Dalam pernyataan yang dirilis melalui NU Online, PBNU menegaskan komitmennya terhadap perdamaian, kemanusiaan, dan konstitusi.
Dalam lima poin utama, PBNU menyampaikan:
- Belasungkawa mendalam atas wafatnya Afnan Kurniawan, warga yang menjadi korban dalam insiden tersebut. PBNU mendoakan agar segala amal ibadahnya diterima dan kesalahannya diampuni oleh Allah SWT.
- Pengakuan atas aspirasi publik sebagai hak konstitusional yang sah, namun mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan damai, tanpa menimbulkan kekacauan.
- Ajakan kepada masyarakat untuk menjaga suasana kebatinan yang sejuk dan damai, demi mencegah eskalasi konflik.
- Seruan kepada aparat keamanan agar bertindak secara proporsional dan menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan dalam menghadapi demonstrasi dan aspirasi warga.
- Doa untuk keselamatan bangsa, serta imbauan agar masyarakat menghindari tindakan yang dapat merugikan kepentingan umum.
Pernyataan ini mencerminkan posisi PBNU sebagai penjaga moral dan sosial dalam kehidupan berbangsa, sekaligus menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang beradab dan berempati dalam menghadapi dinamika sosial-politik.
KH. Miftachul Akhyar, yang tampil dalam balutan pakaian tradisional Muslim Indonesia, menyampaikan seruan ini sebagai bentuk tanggung jawab keulamaan dalam menjaga harmoni dan keutuhan bangsa.












