Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • DE ZEVEN HEREN: Tujuh Bapak Pendidik Manggar yang Menyalakan Obor Ilmu
Img 20250903 wa0007

DE ZEVEN HEREN: Tujuh Bapak Pendidik Manggar yang Menyalakan Obor Ilmu

Img 20250903 wa0007

Manggar, Belitung Timur — Dalam sejarah pendidikan di Belitung Timur, nama-nama seperti Bahassan, Abdul Madjid, Abdul Karim, Mustar Kulo’, Mat Rani, Syarif Saher, dan Parto Atmadja bukan sekadar tokoh—mereka adalah fondasi. Dikenal sebagai De Zeven Heren atau “Tujuh Bapak Pendidik,” ketujuh tokoh ini menjadi pionir pendidikan formal di Manggar, jauh sebelum sistem nasional mapan.

Jejak Awal Pendidikan di Manggar

Pada masa kolonial dan awal kemerdekaan, akses pendidikan di Belitung Timur sangat terbatas. Namun, para tokoh ini mendirikan dan mengajar di lembaga-lembaga awal seperti SR (Sekolah Rakyat), ELS (Europese Lagere School), dan Institut Manggar—yang dikenal sebagai tempat berkumpulnya para pendidik visioner

Gedung Institut Manggar di Jalan Kartini, Desa Lalang, menjadi saksi bisu perjuangan mereka dalam mencerdaskan anak negeri.

Peran dan Warisan

  • Bahassan dikenal sebagai penggerak literasi lokal, aktif mengajar dan membina generasi muda di masa transisi kemerdekaan.
  • Abdul Madjid, yang juga dikenal sebagai Pak Kecit, menjadi figur sentral dalam pengembangan kurikulum berbasis lokal dan adat
  • Abdul Karim dan Mustar Kulo’ memainkan peran penting dalam membangun jembatan antara pendidikan formal dan nilai-nilai masyarakat setempat.
  • Mat Rani dan Syarif Saher dikenal sebagai guru yang tak hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan semangat kebangsaan.
  • Parto Atmadja, dengan pendekatan disiplin dan humanis, menjadi inspirasi bagi banyak pendidik muda di Manggar.

Dampak Jangka Panjang

Berkat dedikasi mereka, Manggar berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan di Belitung Timur. Sekolah-sekolah seperti SMP Negeri Manggar dan SMA Pergib Manggar tumbuh dari fondasi yang mereka bangun

Banyak alumni dari generasi awal yang kemudian menjadi guru, pejabat, dan tokoh masyarakat, meneruskan semangat De Zeven Heren.

Pengakuan dan Refleksi

Pada peringatan Hari Guru dan berbagai acara pendidikan lokal, nama-nama mereka kerap disebut sebagai simbol perjuangan dan keteladanan. Komunitas dan Pemda Beltim telah mengupayakan dokumentasi sejarah mereka sebagai bagian dari warisan budaya pendidikan Belitung Timur

Artikel Terkait

InShot 20260213

Pemkab Belitung Matangkan Persiapan Pilkades…

Intisari Berita Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi…

InShot 20260213

Puisi Puisi Edy Sukardi

Tak cukup ESu Tak cukupbahkan bukan…

InShot 20260212

Bhabinkamtibmas Desa Lalang Mediasi Konflik…

Intisari Berita Belitung Timur –Personel Bhabinkamtibmas…

DE ZEVEN HEREN: Tujuh Bapak Pendidik Manggar yang Menyalakan Obor Ilmu – Media Daulat Rakyat