
Tanjungpandan, Belitung, 9 September 2025 – Pawai Pembangunan tahun ini menghadirkan kejutan segar dari SD Negeri 46 Tanjungpandan yang tampil memukau dengan kostum burung murai batu berbahan alami.
Meskipun pada saat acara berlsngsung (6/9/2025) Kota Tanjungpandan diguyur hujan tidak mengurangi minat warga untuk menyaksikan gelaran acara yang dilaksanakan setiap tahun sekali
Kostum tersebut dirancang dari daun nipah, sabut kelapa, daun ketapang, dan ranting cemara laut—semua dikumpulkan dari lingkungan sekitar Tanjungpandan.
Penampilan ini bukan sekadar estetika. Di balik gemerlap kostum dan suara khas burung murai yang mengiringi langkah peserta, tersimpan pesan mendalam tentang potensi kekayaan alam Belitung.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan lokal bisa menjadi karya seni yang bernilai sekaligus peluang usaha,” ujar Kepala Sekolah SD 46 Tanjungpandan Belitung Santhy Haryani S.Pd. SD
Lebih dari sekadar parade, keterlibatan siswa dalam proses pembuatan kostum menjadi bentuk edukasi kreatif yang menumbuhkan rasa bangga terhadap kearifan lokal.
Semangat pembangunan pun dimaknai lebih luas: bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun jiwa kreatif, cinta lingkungan, dan harapan masa depan.
Dengan tema Burung Murai, kostum mereka dirancang dari sabut kelapa, daun nimpa, daun ketapang kering, ranting, dan buah cemara, kreativitas ini menghasilkan kreasi Kreatif yang pada akhirnya SD 46 Tanjungpandan memperoleh Juara II untuk kategori SD
Pawai ini menjadi bukti bahwa generasi muda Belitung siap menjaga warisan alam dan budaya, sekaligus berinovasi untuk masa depan yang berkelanjutan












