Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Prabowo Larang Flexing: Gerindra Diminta Jaga Etika dan Representasi Publik
Img 20250909 092642

Prabowo Larang Flexing: Gerindra Diminta Jaga Etika dan Representasi Publik

Img 20250909 092642

Jakarta, 9 September 2025 — Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengeluarkan arahan tegas kepada seluruh anggota DPR dari Fraksi Gerindra untuk tidak melakukan flexing atau pamer gaya hidup mewah.

Arahan ini disampaikan dalam pertemuan internal yang digelar di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin malam (8/9).

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup, namun Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menyampaikan kepada media bahwa Prabowo menekankan pentingnya menjaga perilaku, ucapan, dan gaya hidup sebagai wakil rakyat.

“Anggota Fraksi Partai Gerindra harus mawas diri, waspada menjaga ucapan dan tingkah laku. Menjaga juga gaya hidup agar tidak berlebihan, tidak menyakiti masyarakat, dan bisa menjadi representasi yang baik,” ujar Sugiono kepada wartawan.

Konteks Arahan: Politik Simbolik dan Respons Publik

Arahan ini muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap gaya hidup elite politik, terutama di media sosial. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, gaya hidup mewah pejabat dinilai dapat menimbulkan jarak sosial dan ketidakpercayaan publik.

Meski Sugiono mengakui bahwa dinamika politik nasional turut dibahas dalam pertemuan tersebut, ia enggan merinci lebih jauh. “Ya pasti dibahas lah,” ucapnya singkat.

Respons Internal: Dari Santai hingga Legislatif

Salah satu anggota Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani, menyambut arahan Prabowo dengan santai. Ia bahkan mengusulkan pembentukan Rancangan Undang-Undang Anti-Flexing sebagai bentuk komitmen legislatif terhadap etika publik.

“Saya sih memang nggak suka flexing. Tapi kalau perlu, kita buat RUU Anti-Flexing,” kata Dhani.

Usulan tersebut mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang menyebut bahwa etika pejabat publik memang perlu diatur lebih tegas.

Implikasi Politik dan Etika Representasi

Arahan Prabowo dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat citra Gerindra sebagai partai yang dekat dengan rakyat dan menjunjung tinggi etika.

Di tengah persiapan menuju Pilkada serentak dan konsolidasi pemerintahan Prabowo-Gibran, pesan ini menjadi penegasan bahwa gaya hidup pejabat bukan sekadar urusan pribadi, melainkan bagian dari representasi politik.

Artikel Terkait

Inshot 20260116 075025570

Korupsi SP3AT Fiktif Lepar Pongok:…

Intisari Berita BANGKA – Kejaksaan Negeri…

Inshot 20260116 074043280

KRI Todak-631 Gerebek 25 Ton…

Intisari Berita Bangka Selatan – Upaya…

Inshot 20260116 073202188

Pansel Umumkan Tiga Terbaik Seleksi…

Intisari Berita BELITUNG – Panitia seleksi…

Prabowo Larang Flexing: Gerindra Diminta Jaga Etika dan Representasi Publik – Media Daulat Rakyat