
Jakarta Utara — PT Karya Citra Nusantara (KCN) menegaskan bahwa tanggul beton yang dibangun di perairan Cilincing, Jakarta Utara, tidak memiliki keterkaitan dengan pagar laut bambu yang sempat ramai di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Pernyataan ini disampaikan Direktur Utama KCN, Widodo Setiadi, dalam konferensi pers klarifikasi proyek pelabuhan umum di Marunda, Jumat (12/9/2025).
“Proyek ini tidak ada kaitannya dengan tanggul bambu zaman dulu yang sekarang orang suka bingung, apakah ini bagian dari tanggul bambu yang dahulu ramai di PIK. Bukan!” tegas Widodo
Ia menjelaskan bahwa tanggul beton tersebut merupakan bagian dari konstruksi pelabuhan yang sedang dibangun oleh KCN, bukan pagar laut atau proyek reklamasi komersial. Lokasi tanggul juga disebut jauh dari kawasan PIK, berada di batas terakhir wilayah Jakarta Utara, dekat Banjir Kanal Timur (BKT).
Selain itu, Widodo juga menepis anggapan bahwa proyek tersebut berkaitan dengan kawasan Marunda Center di Bekasi.
“Beda! Marunda Center sudah masuk di Bekasi atau masuk Jawa Barat,” ujarnya
Proyek pembangunan pelabuhan ini merupakan hasil kolaborasi antara swasta dan pemerintah, tanpa menggunakan dana APBN maupun APBD. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 70 persen, dengan dermaga pertama hampir rampung dan dermaga kedua ditargetkan selesai pada 2025.
KCN juga mengklaim telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sejak 2007, termasuk kepada kelompok nelayan. Namun, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong agar komunikasi dengan warga pesisir terus ditingkatkan untuk menghindari kesalahpahaman dan memastikan penerimaan sosial terhadap proyek tersebut












