
Jakarta, 17 September 2025— Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) kembali diperingati hari ini oleh seluruh insan transportasi di Indonesia. Mengusung tema “Bakti Transportasi untuk Negeri”, peringatan tahun ini menjadi ajakan kolektif untuk memperkuat integrasi, keselamatan, dan keberlanjutan sistem transportasi nasional.
Harhubnas yang jatuh setiap tanggal 17 September merupakan hasil penyatuan berbagai hari bakti sektor transportasi yang sebelumnya diperingati secara terpisah. Penetapan ini dilakukan melalui Keputusan Menteri Perhubungan No. SK. 274/G/1971 oleh Frans Seda pada 26 Agustus 1971, dan mulai diperingati secara nasional sejak tahun 1973.
Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional 2025 serta Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan menghadirkan program tarif transportasi publik Rp1 pada 17 dan 19 September 2025, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan, program ini merupakan bentuk apresiasi Pemprov DKI kepada masyarakat yang telah mendukung penggunaan transportasi publik.
“Melalui tarif Rp1 ini, kami ingin mengajak lebih banyak warga mencoba layanan transportasi massal sekaligus merayakan Hari Perhubungan Nasional dan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan semangat kebersamaan,” ujarnya di Jakarta, pada Selasa (16/9).
Syafrin mengimbau masyarakat agar memanfaatkan kesempatan ini untuk beralih ke transportasi publik dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, karena hal itu turut membantu menekan kemacetan serta emisi di Jakarta.
“Kami mengajak seluruh masyarakat merasakan pengalaman positif dalam bertransportasi. Program ini diharapkan mendorong warga untuk menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama,” tandasnya.
Rangkaian kegiatan Harhubnas 2025 di wilayah Jakarta meliputi:
- Apel bersama dan penghargaan pegawai teladan
- Pemeriksaan kendaraan angkutan umum gratis
- Kampanye keselamatan berlalu lintas di sekolah dan pasar
- Donor darah dan bakti sosial di lingkungan terminal dan stasiun
Selain itu, Dishub juga meluncurkan program “Transportasi Bersih dan Ramah Adat”, yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dan kearifan lokal dalam pengelolaan trayek dan fasilitas publik.
Menurut pengamat transportasi dan kebijakan publik, Dr. Rika Handayani, Harhubnas tahun ini menjadi titik penting dalam mendorong reformasi transportasi berbasis komunitas.
“Kita perlu membangun sistem transportasi yang tidak hanya efisien, tapi juga menghargai nilai-nilai lokal dan mendukung inklusi sosial,” ujarnya.
Dengan semangat Harhubnas, para pemangku kepentingan di sektor perhubungan diharapkan terus berinovasi dan memperkuat sinergi lintas sektor demi mewujudkan transportasi yang berkeadilan dan berkelanjutan.












