
BELITUNG — Dugaan penyalahgunaan gas elpiji subsidi 3 kilogram oleh sebuah perusahaan peternakan ayam di Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, memicu inspeksi mendadak oleh Wakil Bupati Belitung Syamsir, Sabtu (20/9/2025) sore.
Langkah ini diambil setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan belasan tabung gas melon di lokasi yang disebut-sebut sebagai kandang ayam milik perusahaan tersebut. Kandang itu dikabarkan menampung hingga 11 ribu ekor ayam pedaging.
Syamsir turun langsung bersama tim gabungan dari Pertamina, aparat desa, pemerintah daerah, dan kepolisian. Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh seorang perempuan yang mengaku sebagai pemilik kandang dan langsung menunjukkan titik perekaman video.
Namun, kondisi kandang saat pemeriksaan berbeda dari tayangan video. Tidak tampak lagi tabung gas melon, bangku, maupun tumpukan karung seperti yang terlihat sebelumnya. Hanya kabel, suasana kandang, dan sebuah gitar di sudut ruangan yang masih sesuai dengan video.
Kandang juga tampak kosong dari ayam, hanya terlihat para pekerja yang sedang membersihkan tempat pakan. Pemeriksaan menemukan lima tabung gas ukuran 12 kilogram yang disimpan rapi di balik terpal biru.
Pemilik kandang membantah penggunaan gas subsidi dan mengaku tidak mengetahui soal video yang beredar.
Wabup Syamsir menegaskan bahwa perusahaan berskala besar seperti PT tidak pantas menggunakan gas subsidi. Ia telah menginstruksikan agar seluruh kebutuhan kandang menggunakan tabung 12 kilogram yang lebih sesuai dan awet untuk pemakaian.
“Kalau memang kemarin terjadi, kita sudah ingatkan. Jangan nanti kita kroscek lagi, ketemu, konsekuensinya tanggung sendiri,” tegas Syamsir.
Ia juga meminta pemerintah desa untuk memperketat pengawasan dan melakukan kroscek rutin karena lokasi kandang berada di wilayah mereka.
“Kita konfirmasi ke pemdes untuk mengawasi dan kroscek karena masuk wilayah beliau,” ujarnya.
Pemerintah daerah akan memperkuat pengawasan dengan melayangkan surat resmi kepada perusahaan.
Jika setelah disurati perusahaan masih nekat memakai gas bersubsidi, maka segala konsekuensinya harus ditanggung sendiri.












