
Badau, Belitung — Suasana pagi di SDN 12 Badau tampak berbeda dari biasanya. Sekitar pukul 07.30 WIB, seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 berkumpul di halaman sekolah, bukan untuk upacara rutin, melainkan mengikuti kegiatan edukatif bertajuk Binmas Goes To School.
Kegiatan ini menghadirkan Aipda Ivan Sukandar, Bhabinkamtibmas dari Polsek Badau, yang datang membawa misi penting: mengajak anak-anak memahami dan melawan perundungan sejak dini.
Dalam sesi interaktif tersebut, Aipda Ivan menyampaikan materi Sosialisasi Anti Perundungan dengan pendekatan yang komunikatif dan ramah anak. Ia menjelaskan secara rinci apa itu perundungan, bentuk-bentuknya—verbal, fisik, maupun siber—dan dampak buruk yang ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku.
“Perundungan bukan hanya pukulan atau ejekan. Kadang, komentar di media sosial juga bisa melukai. Kita harus belajar mengenali dan menghentikannya,” ujar Aipda Ivan di hadapan para siswa.
Ia juga menekankan bahwa setiap anak berhak merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah. Menurutnya, rasa empati dan saling menghargai adalah fondasi penting dalam membangun suasana belajar yang sehat.
Sesi tanya jawab menjadi momen yang paling dinanti. Anak-anak tampak antusias, mengangkat tangan, dan mengajukan pertanyaan seputar pengalaman mereka di sekolah. Beberapa bahkan berbagi cerita tentang kejadian yang mereka anggap sebagai perundungan.
“Kalau ada teman yang suka mengejek, itu termasuk bullying, Pak?” tanya salah satu siswa kelas 4.
Aipda Ivan menjawab dengan sabar dan memberi motivasi agar anak-anak berani bicara kepada guru atau orang tua jika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Badau dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi generasi muda. Kapolsek Badau, melalui program Binmas, mendorong pendekatan preventif yang menyentuh langsung ke sekolah-sekolah.
“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan rasa percaya diri, tanpa rasa takut. Edukasi seperti ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan mereka,” tegas Aipda Ivan.
Dengan edukasi yang dilakukan sejak dini, diharapkan para siswa SDN 12 Badau dapat menjadi pelopor gerakan STOP BULLYING di lingkungan masing-masing. Guru-guru pun menyambut baik kegiatan ini dan berharap bisa dilakukan secara berkala.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Anak-anak jadi tahu bahwa mereka punya hak untuk merasa aman. Kami harap bisa dilanjutkan ke sekolah-sekolah lain,” ujar salah satu guru pendamping.
Langkah nyata seperti ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pembinaan karakter generasi muda. Dengan sinergi antara aparat, sekolah, dan masyarakat, cita-cita menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan bukanlah hal yang mustahil.
Sumber: Humas Polda Babel












