
Lapak Serba Rp5.000 Diserbu Warga, Petani Lokal Tampil Langsung
BELITUNG — Halaman Gedung Nasional Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dipadati deretan lapak pedagang yang menjajakan beragam bahan pangan dengan harga terjangkau.
Mulai dari makanan siap saji, kebutuhan pokok, hingga bumbu dapur, sayuran, ikan, dan ayam, semua ditawarkan langsung kepada masyarakat dalam rangka Gerakan Pangan Murah (GPM), Rabu (24/9/2025).
Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional ke-65 dan melibatkan kelompok tani, pelaku UMKM, serta distributor pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Destika Efenly, menyebutkan bahwa GPM bertujuan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap pangan murah sekaligus menekan laju inflasi.
“Mereka menjualkan hasil langsung kepada masyarakat, kemudian ada juga beberapa distributor,” ujar Destika.
Ia menambahkan, pasar murah telah dilaksanakan sebanyak 35 kali oleh desa maupun kelompok tani. “Mudah-mudahan dengan rutin kita lakukan pasar murah, insya Allah daya beli masyarakat meningkat,” katanya.
Selain GPM, peringatan Hari Tani juga diisi dengan kegiatan penanaman padi dan optimalisasi lahan sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Pemerintah menargetkan intensitas tanam hingga tiga kali setahun demi mewujudkan swasembada pangan.
Bumbu Dapur Serba Rp5.000, Lapak Petani Laris Manis
Salah satu lapak yang mencuri perhatian pengunjung adalah milik Kelompok Tani Naufarm Dukong Jaya Mandiri dari Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan.
Untuk pertama kalinya, mereka turut serta dalam GPM dengan menjual aneka bumbu dapur dan sayuran dalam kemasan bening yang menyerupai produk pasar modern.
Menariknya, semua produk dijual dengan harga serba Rp5.000.
“Dibikin langsung kemasan biar lebih mudah. Baru kali ini kami jual serba lima ribu, ternyata cepat sekali habis,” ungkap Pia, penjaga lapak.
Cabai rawit dan tomat menjadi komoditas paling diburu. Dalam waktu sekitar satu jam, dua kardus cabai yang dibawa nyaris ludes terjual.
Produk-produk tersebut merupakan hasil panen dari 13 anggota kelompok tani yang menanam beragam komoditas seperti bawang merah, cabai keriting, daun bawang, kacang panjang, sereh, lengkuas, timun, dan buncis.
Kehadiran lapak petani langsung seperti ini tidak hanya memperkuat posisi petani dalam rantai distribusi, tetapi juga memberi alternatif belanja yang lebih hemat bagi masyarakat.












