Belitung, 24 September 2025 — Pemerintah Kabupaten Belitung terus memperkuat komitmennya dalam mendorong literasi keuangan masyarakat sebagai fondasi pembangunan ekonomi inklusif.
Hal ini ditegaskan oleh Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, saat membuka kegiatan Sosialisasi Edukasi Pasar Modal yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Ruang Rapat Pemkab Belitung.
Dalam sambutannya, Djoni menyampaikan bahwa pemahaman terhadap instrumen investasi legal menjadi semakin penting di tengah maraknya tawaran investasi digital yang belum tentu memiliki izin resmi.
“Kemudahan akses melalui ponsel pintar harus diimbangi dengan literasi yang memadai. Masyarakat perlu tahu mana instrumen yang diawasi otoritas, mana yang berisiko menjerumuskan,” ujar Djoni.
Ia menekankan bahwa pasar modal bukan hanya milik korporasi besar, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM, generasi muda, dan sektor ekonomi kreatif.
Menurutnya, inklusi keuangan melalui pasar modal dapat memperkuat daya saing lokal dan memperluas akses permodalan.
“Kehadiran pasar modal membuka peluang bagi siapa saja yang ingin berkembang. Ini sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Belitung yang berbasis pariwisata, perikanan, UMKM, dan ekonomi kreatif,” tambahnya.
Pasar Modal sebagai Pilar Pembangunan Daerah
Djoni menjelaskan bahwa pasar modal memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemilik dana dan pihak yang membutuhkan pembiayaan.
Instrumen seperti saham, obligasi, dan reksa dana yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi pilihan legal dan aman bagi masyarakat.
“Dengan pemahaman yang benar, investasi tidak hanya menguntungkan individu, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi daerah dan nasional,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BEI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas inisiatif sosialisasi ini, yang dinilai sebagai langkah konkret dalam meningkatkan literasi investasi di masyarakat.
“Saya harap peserta memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya, mendengarkan penjelasan narasumber, dan mulai mempertimbangkan investasi yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Mendorong Partisipasi Generasi Muda dan UMKM
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk pelaku UMKM, mahasiswa, aparatur sipil negara, dan komunitas ekonomi kreatif. Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya
Pemkab Belitung dalam memperluas inklusi keuangan dan memperkenalkan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan yang transparan dan terukur.
BEI sendiri menargetkan peningkatan jumlah investor lokal di wilayah Bangka Belitung, termasuk Belitung, dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif bersama pemerintah daerah.












