
Bangka, 30 September 2025 — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) bersama PT Timah Tbk resmi menyepakati harga beli timah dari masyarakat sebesar Rp260 ribu per kilogram untuk kadar SN 100 persen. Kesepakatan ini ditetapkan dalam rapat bersama di Ruang Tanjung Pendam, Kantor Gubernur Babel, yang dihadiri oleh Forkopimda dan instansi vertikal.
Tiga Poin Utama Kesepakatan
Gubernur Babel Hidayat Arsani menyampaikan bahwa kesepakatan ini mencakup tiga tuntutan utama masyarakat:
- Kenaikan harga timah sesuai aspirasi masyarakat.
- Komitmen PT Timah untuk membeli langsung dari rakyat.
- Sistem pembayaran “cash and carry” — ada barang, ada uang.
“Permintaan masyarakat timah dinaikan alhamdulillah, PT Timah sepakat permintaan rakyat untuk bekerja. PT Timah sepakat, pembayaran ada barang ada duit,” — Hidayat Arsani
Imbauan untuk Mengurungkan Aksi Demo
Gubernur berharap rencana demonstrasi masyarakat pada Senin, 6 Oktober 2025 dapat dibatalkan.
“Saya harap tanggal 6 ini tidak usah demo-demo lagi, kasian dari jauh. Apabila tiga ini tidak tercapai, itu tanggung jawab saya dengan Ketua DPRD,” — Hidayat Arsani
Penjelasan Direktur Operasional PT Timah
Direktur Operasional PT Timah, Nur, menegaskan bahwa:
- Harga beli timah dari masyarakat ditetapkan Rp260 ribu/kg untuk kadar SN 100%.
- Untuk kadar 70% basah, harga berkisar antara Rp110 ribu – Rp130 ribu/kg.
- Pembayaran dilakukan secara tunai langsung (cash and carry).
“Kami harap masyarakat minimal 70 persen, tolong mitra yang menaungi masyarakat jangan sampai dibawah Rp100 ribu,” — Nur
Progres Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR)
Gubernur juga menyampaikan bahwa proses WPR telah rampung secara teknis dan tinggal menunggu pengesahan Perda.
“Tadi ketua DPRD bilang akan seperti jalan tol cepat karena menyangkut rakyat,” — Hidayat Arsani
Harapan Pemerintah
Kesepakatan ini diharapkan dapat:
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Memanfaatkan kekayaan alam Negeri Serumpun Sebalai secara adil dan berkelanjutan.
- Menjadi angin segar bagi perjuangan rakyat penambang timah.












