Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Dua Tangan: Renungan Spiritual dan Biologis dalam Puisi Edy Sukardi
Inshot 20251001 142433111

Dua Tangan: Renungan Spiritual dan Biologis dalam Puisi Edy Sukardi

Inshot 20251001 142616883

oleh : Akhlanudin

Dalam puisi berjudul “Dua Tangan”, Edy Sukardi mengajak pembaca untuk merenungi keajaiban tangan manusia—bukan sekadar alat fisik, melainkan simbol spiritual, sosial, dan eksistensial. Puisi ini dimuat pada 1 Oktober 2025 di Media Daulat Rakyat dan menjadi refleksi mendalam tentang tubuh sebagai ciptaan Tuhan yang penuh makna.

Tangan: Anugerah yang Terlupakan

Edy membuka puisinya dengan rasa takjub terhadap struktur tangan manusia: tulang, otot, syaraf, dan kulit yang bekerja harmonis.

Ia menyebut tangan sebagai “ciptaan luar biasa” yang sering kali luput dari rasa syukur. Tangan bukan hanya alat kerja, tapi juga alat ekspresi: menulis, memeluk, berdoa, menggenggam, dan menyentuh kehidupan.

“Tanganmu bisa menulis, memeluk, berdoa, menggenggam, dan lainnya…”

Tubuh sebagai Jalan Mengenal Tuhan

Puisi ini juga mengandung pesan spiritual yang kuat. Edy mengutip pepatah sufi: “Man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu”—barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya. Tangan, sebagai bagian dari tubuh, menjadi pintu masuk untuk memahami kehadiran Ilahi.

Sidik jari yang unik, gerak yang terkoordinasi, dan fungsi yang kompleks menjadi bukti kebesaran Sang Pencipta.

Kesaksian Tangan di Hari Pertanggungjawaban

Menjelang akhir, puisi ini berubah menjadi peringatan moral. Edy menulis bahwa tangan akan “bicara saat mulut terkunci” dan kaki menjadi saksi.

Ini merujuk pada konsep pertanggungjawaban spiritual, bahwa setiap anggota tubuh akan menjadi saksi atas perbuatan manusia.

“Tangan akan bicara saat mulut terkunci, kaki menjadi saksi…”

Refleksi dan Pesan

Puisi ini bukan sekadar pujian terhadap anatomi, melainkan ajakan untuk bersyukur, merenung, dan bertanggung jawab. Dalam dunia yang serba cepat dan penuh distraksi,

Edy mengingatkan kita untuk kembali melihat diri—bahwa tubuh kita adalah mukjizat, dan setiap gerak adalah potensi kebaikan atau keburukan.

Artikel Terkait

Inshot 20260116 075025570

Korupsi SP3AT Fiktif Lepar Pongok:…

Intisari Berita BANGKA – Kejaksaan Negeri…

Inshot 20260116 074043280

KRI Todak-631 Gerebek 25 Ton…

Intisari Berita Bangka Selatan – Upaya…

Inshot 20260116 073202188

Pansel Umumkan Tiga Terbaik Seleksi…

Intisari Berita BELITUNG – Panitia seleksi…

Dua Tangan: Renungan Spiritual dan Biologis dalam Puisi Edy Sukardi – Media Daulat Rakyat