intisari Berita
- Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan komitmen Pemprov Jakarta untuk menghidupkan kembali kawasan Blok M sebagai ruang publik yang aktif dan inklusif.
- Pemprov Jakarta juga meningkatkan akses transportasi publik ke Blok M dengan membuka rute Transjabodetabek baru.
- CEO M Bloc Space, Ahmad Romero Comacho, menjelaskan bahwa revitalisasi ini bertujuan untuk menciptakan area yang lebih inklusif, efisien, dan hidup sepanjang hari.
- M Bloc Space kini mengelola berbagai area kreatif yang menampung beragam kegiatan, mulai dari konser musik hingga kolaborasi seniman dan komunitas.
Jakarta, – M Bloc Space, ikon ruang kreatif bagi anak muda Jakarta, kini hadir dengan wajah baru setelah menjalani revitalisasi sepanjang tahun 2025. Dengan konsep yang lebih hijau, inklusif, dan berorientasi pada kolaborasi lintas komunitas, M Bloc Space siap menjadi motor penggerak kebangkitan kembali kawasan Blok M sebagai pusat kreativitas urban.
Revitalisasi dan Konsep Baru
Minggu (9/11/2025), suasana di M Bloc Space terasa berbeda. Langit Jakarta yang mendung tipis seolah memberi naungan teduh bagi pengunjung yang menikmati ruang publik yang kini lebih lapang dan tertata. Revitalisasi yang dilakukan sejak awal 2025 ini berfokus pada peningkatan kenyamanan dan penyempurnaan tata ruang. Jalur pedestrian kini dinaungi kanopi rindang, tata cahaya dibuat lebih lembut dan hangat, serta ruang terbuka diperluas.
“Sekarang jauh lebih nyaman. Jalannya rapi, adem karena ada kanopi dan banyak tanaman. Dulu agak sempit dan panas, sekarang terasa lebih lapang dan tertata,” ujar Nadya (27), seorang pengunjung setia M Bloc Space sejak 2019.
Area lobi utama kini tampil lebih luas dan modern dengan desain yang fungsional serta pencahayaan alami yang memperkuat kesan hangat dan terbuka. Deretan shophouse dan tenant lama turut diremajakan dengan sentuhan desain baru yang lebih segar. M Bloc Live House, ikon utama area ini, juga diperbarui dengan peningkatan akustik, pencahayaan, dan kenyamanan. Creative Hall berevolusi menjadi ”Melting Pop”, hasil kolaborasi antara M Bloc Space dan Infipop, menjadi wadah pertemuan komunitas lintas bidang untuk menggelar pameran, diskusi, dan pertunjukan seni. Selain itu, dibangun mushala dan toilet umum baru yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Menariknya, M Bloc Space tetap mempertahankan konsep tanpa area parkir pribadi, mendorong pengunjung untuk menggunakan transportasi publik seperti MRT Jakarta, Transjakarta, atau berjalan kaki dari Taman Literasi Martha Tiahahu.
Kembali ke Blok M: Komitmen Pemprov Jakarta
Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan pembukaan kembali New M Bloc Space pada Senin (27/10/2025) dengan tema ”Semua Kembali ke Blok M”. Pramono menegaskan komitmen Pemprov Jakarta untuk menghidupkan kembali semangat kawasan Blok M sebagai ruang publik yang aktif, kreatif, dan inklusif bagi semua kalangan, terutama generasi muda dan pelaku industri kreatif.
”M Bloc Space adalah ruang yang sangat inklusif dan terbuka, tempat semua orang bisa berkarya dan berkolaborasi,” ujar Pramono.
Pemprov Jakarta juga meningkatkan akses transportasi publik ke Blok M dengan membuka tiga rute baru Transjabodetabek yang menghubungkan wilayah sekitar ke Blok M, yaitu Alam Sutera–Blok M, PIK 2–Blok M, dan Ancol–Blok M. Selain itu, disiapkan berbagai ruang kolaboratif baru, seperti Taman Literasi Martha Tiahahu yang beroperasi 24 jam.
Pramono menyoroti persoalan parkir dan kemacetan di kawasan Blok M. Pemprov Jakarta akan mengajak semua pemangku kepentingan untuk membahas solusi bersama, termasuk penerapan sistem ”satu pintu parkir” dan imbauan untuk beralih ke transportasi publik.
M Bloc Space: Lebih dari Sekadar Tempat Nongkrong
Sejak diresmikan pada 26 September 2019, M Bloc Space telah menjadi simbol kebangkitan ekonomi kreatif urban. Ratusan pelaku UMKM, musisi, seniman, dan kreator lintas disiplin menemukan ruang untuk berkarya dan berkolaborasi di sini. M Bloc Space dikelola oleh PT Ruang Riang Milenial (M Bloc Group) dan merupakan hasil kolaborasi antara sektor swasta dan BUMN, dengan dukungan Pemprov Jakarta.
Memasuki babak baru pada 2025, M Bloc Space menggandeng Telkomsel dalam kerja sama strategis naming rights yang melahirkan identitas baru, yakni ”M Bloc Space SIMPATI 5G”, yang menjadi simbol semangat konektivitas, kecepatan, dan inovasi digital.
CEO M Bloc Space Ahmad Romero Comacho menjelaskan bahwa revitalisasi ini bertujuan untuk menciptakan area yang lebih inklusif, efisien, dan hidup sepanjang hari. Kini, M Bloc Space mengelola berbagai area kreatif yang menampung beragam kegiatan, mulai dari konser musik skala kecil hingga besar, restoran dan ruang pertemuan, hingga tempat kolaborasi seniman, musisi, dan komunitas lintas bidang. Hingga 2025, lebih dari 300 musisi tampil perdana di panggung M Bloc, 200 tenant lokal berkembang di bawah naungannya, dan 500 program komunitas digelar setiap tahun. Total kunjungan pun mencapai 2 juta orang per tahun.
Dampak Positif dan Harapan ke Depan
Berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Pemprov Jakarta mulai menunjukkan hasil positif. Dalam Global Cities Index 2025, peringkat Jakarta naik dari posisi 74 menjadi 71 dunia. Sementara dalam kategori fasilitas publik, Jakarta kini menempati peringkat kedua di ASEAN dan peringkat ke-17 di dunia menurut survei Time Out 2025.
Pramono berharap berbagai ruang publik dan inisiatif kreatif yang dihadirkan pemprov dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Selain M Bloc Space, Pemprov Jakarta juga sedang menyiapkan revitalisasi Lapangan Banteng dan kawasan Kota Tua, serta pengembangan Taman Bendera Pusaka dan Taman Literasi sebagai bagian dari strategi memperluas ruang publik yang berdaya guna.
Dengan wajah baru yang lebih segar dan inklusif, M Bloc Space diharapkan dapat terus menjadi magnet bagi anak muda dan pelaku industri kreatif, serta mendorong kebangkitan kawasan Blok M sebagai episentrum kreativitas di Jakarta.






