Intisari Berita
- Kafilah Kabupaten Belitung meraih Juara Umum II pada MTQH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2025 di Muntok, Bangka Barat (7–12 November).
- Prestasi ini hasil pembinaan intensif dengan dukungan pelatih dan fasilitas latihan memadai.
- Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda Belitung memberikan apresiasi serta menekankan pentingnya dukungan masyarakat dan motivasi bagi generasi muda.
- Pemerintah berkomitmen melanjutkan pembinaan agar prestasi bisa menembus tingkat lebih tinggi.
- MTQH menjadi ajang penting untuk mengasah seni baca Al-Qur’an dan Hadits serta melestarikan nilai keagamaan dan budaya.
Bangka Barat – Kafilah Kabupaten Belitung berhasil meraih Juara Umum II pada Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025, yang berlangsung pada 7–12 November di Muntok, Kabupaten Bangka Barat.
Prestasi dan Pembinaan
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras serta pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Belitung. Para kafilah menjalani persiapan intensif dengan dukungan pelatih berpengalaman dan fasilitas latihan memadai. Semangat serta dedikasi tinggi peserta menjadi kunci utama dalam meraih predikat Juara Umum II, sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia di bidang keagamaan.
Apresiasi Pimpinan Daerah
- Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menyampaikan selamat dan apresiasi atas pencapaian ini, serta mengajak masyarakat untuk terus mendukung pembinaan keagamaan.
- Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menekankan bahwa prestasi ini harus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan, khususnya di bidang agama dan budaya.
- Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki, memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah dan pihak yang terlibat. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberikan dukungan agar prestasi dapat berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi.
Makna MTQH
MTQH bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah untuk menampilkan kualitas terbaik peserta dari seluruh Bangka Belitung. Kegiatan ini juga menjadi sarana penting dalam memupuk kecintaan, mengasah kemampuan, serta melestarikan seni baca Al-Qur’an dan Hadits di tengah masyarakat.












