Intisari Berita
- Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang dijual secara eceran di sejumlah titik di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, dilaporkan menembus Rp 18.000 per liter.
- Angka ini jauh di atas harga resmi yang ditetapkan pemerintah melalui SPBU, yakni Rp 10.000 per liter.
Pangkalpinang, Bangka Belitung – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang dijual secara eceran di Kota Pangkalpinang melonjak hingga Rp 18.000 per liter. Kondisi ini terjadi akibat keterbatasan pasokan di sejumlah SPBU, sehingga masyarakat terpaksa membeli dari pedagang eceran dengan harga lebih tinggi.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite di SPBU karena antrean panjang dan stok yang cepat habis. Akibatnya, pedagang eceran memanfaatkan situasi dengan menjual BBM dalam botol maupun jerigen.
“Akhirnya dapat eceran Rp 18.000 per liter, saya beli Rp 25.000 sekitar 1,5 liter,” kata Firman, salah seorang warga Pangkalpinang, seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (18/11/2025).
Kelangkaan ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Pengendara roda dua harus menanggung biaya transportasi lebih tinggi, sementara nelayan dan pelaku usaha kecil menghadapi kenaikan ongkos produksi. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu inflasi lokal karena harga barang dan jasa ikut terdorong naik.
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung bersama aparat terkait menyatakan akan melakukan pemantauan distribusi BBM. Penindakan terhadap penjualan eceran ilegal menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan untuk menekan harga di lapangan












