Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Bupati Belitung Ajak Satu Rumah Satu Pohon Demi Pulau Bebas Karbon
Inshot 20251127 190038387

Bupati Belitung Ajak Satu Rumah Satu Pohon Demi Pulau Bebas Karbon

intisari Berita

  • Acara: Hari Menanam Pohon Indonesia 2025 
  • Lokasi: Desa Pegantungan, Badau, Belitung 
  • Inisiatif: Satu rumah menanam satu pohon produktif  Tujuan: Pulau Belitung bebas karbon, menjaga lingkungan, menghasilkan buah untuk masyarakat 
  • Pesan utama: Menanam pohon adalah warisan untuk generasi mendatan

Tanjung pandan Belitung-Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat mengajak masyarakat untuk menanam satu pohon di setiap rumah sebagai gerakan pelestarian lingkungan dan menuju cita-cita Pulau Belitung bebas karbon.

Gerakan Menanam Pohon
Dalam peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025 di Desa Pegantungan, Badau, Belitung, Bupati Djoni Alamsyah Hidayat menyerukan agar setiap rumah di Belitung menanam minimal satu pohon produktif. Menurutnya, langkah sederhana ini akan berdampak besar bagi kelestarian alam dan kualitas udara.

“Menanam pohon bisa mencegah erosi dan menjaga iklim udara tetap bersih karena pohon secara otomatis menyerap karbon,” ujarnya.

Visi Pulau Bebas Karbon
Belitung saat ini tengah mencanangkan diri sebagai destinasi wisata bebas karbon (free carbon island). Upaya menanam pohon menjadi salah satu strategi utama untuk mendukung cita-cita tersebut. Djoni menekankan bahwa gerakan ini harus digencarkan agar Belitung dikenal sebagai pulau kecil yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pohon Produktif untuk Generasi
Selain manfaat ekologis, Bupati menekankan pentingnya menanam pohon produktif seperti buah-buahan. Pohon yang ditanam hari ini, kata dia, akan memberikan hasil panen beberapa tahun ke depan sekaligus menjadi warisan bagi generasi mendatang.

“Pohon yang kita tanam hari ini akan kita wariskan kepada generasi mendatang. Jangan sampai berhenti di sini, pohon harus kita rawat agar produktif,” tegasnya.

Momentum HMPI 2025

Djoni mengingatkan bahwa HMPI tidak boleh sekadar menjadi acara seremonial, melainkan momentum untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat menjaga alam. Ia berharap gerakan ini menjadi budaya baru di Belitung, di mana setiap rumah berkontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Artikel Terkait

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau datang ke sini untuk apa…

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau tak sendiri AdakalanyaJiwa terasa reduplangkah…

InShot 20260402

Puisi-puisi Edy Sukardi

Jangan Ragu Perubahan itutak datang tiba-tibawalau…