Intisari Berita
- Warga Belitung mengeluhkan razia polisi di area sepi yang menghambat aktivitas ekonomi mereka.
- Razia di jalur utama ke kebun dan laut menimbulkan rasa was-was dan mengganggu mata pencaharian nelayan serta petani.
- Warga berharap razia difokuskan di area ramai dan rawan pelanggaran
BELITUNG 27 November 2025 – Sejumlah warga di Kabupaten Belitung menyampaikan aspirasi agar pihak kepolisian lebih mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dari kegiatan razia yang dilakukan, khususnya di wilayah-wilayah yang menjadi tumpuan mata pencaharian masyarakat.
Menurut warga, razia yang sering dilakukan di area sepi dan jalur utama menuju kebun serta laut justru menimbulkan rasa was-was dan ketidaknyamanan. Aktivitas masyarakat pedesaan dan pesisir sangat bergantung pada akses jalan tersebut untuk menjalankan kegiatan sehari-hari, seperti pergi ke kebun, melaut, atau mengangkut hasil pertanian dan perikanan.
“Kami merasa resah jika razia dilakukan di tempat-tempat yang sepi. Ini sangat mengganggu aktivitas kami mencari nafkah, terutama bagi nelayan dan petani yang harus berangkat pagi-pagi sekali ke laut atau ke kebun,” ujar seorang warga Desa , yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa razia di lokasi-lokasi tersebut seringkali membuat mereka terlambat sampai tujuan, yang berdampak pada hasil tangkapan atau panen.
Warga berharap agar pihak kepolisian lebih memfokuskan razia di area-area yang ramai, seperti pusat kota, lokasi-lokasi yang rawan pelanggaran lalu lintas, atau tempat-tempat yang menjadi titik kumpul masyarakat. Dengan demikian, tujuan penertiban dapat tercapai tanpa harus menghambat produktivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat kecil.
Seorang tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan aspirasinya terkait hal ini.
“Kami mendukung upaya penegakan hukum dan ketertiban yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Namun, kami juga berharap agar penempatan lokasi razia dapat mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Jangan sampai razia justru menjadi beban tambahan bagi warga yang sedang berjuang mencari nafkah,” tegasnya.
Menanggapi keluhan warga tokoh masyarakat menyatakan bahwa seharusnya pihak kepolisian mengevaluasi kembali pelaksanaan razia di wilayah-wilayah yang dianggap sepi dan berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia juga berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik dalam menjaga ketertiban dan keamanan, tanpa mengganggu mata pencaharian warga.
“Polisi harus menampung semua aspirasi dan masukan dari masyarakat terkait pelaksanaan razia ini. Tujuannya adalah agar kegiatan penertiban yang kami lakukan dapat berjalan efektif dan tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada perubahan signifikan terkait pelaksanaan razia di wilayah Belitung.
Namun, warga berharap agar pihak kepolisian segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menindaklanjuti keluhan mereka, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara aparat penegak hukum dan masyarakat.












