Intisari Berita
- Wakil Bupati Belitung memastikan stok BBM bersubsidi untuk nelayan aman, dan masalah utama saat ini adalah perizinan administratif yang perlu disesuaikan dengan ketentuan pusat.
- Nelayan diizinkan melaut sambil menertibkan administrasi perizinan, agar mereka tetap bisa mencari nafkah.
BELITUNG – Wakil Bupati Belitung, Syamsir, memastikan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk nelayan di Kabupaten Belitung dalam kondisi aman. Penegasan ini disampaikan menyusul adanya kendala distribusi yang terjadi di Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk. Menurutnya, masalah utama bukan pada ketersediaan BBM, melainkan pada perizinan administratif yang perlu diselaraskan dengan ketentuan pemerintah pusat.
Syamsir menyampaikan hal ini setelah menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD pada Senin, 1 Desember 2025, yang membahas persyaratan penerbitan rekomendasi minyak. Ia menekankan bahwa ketersediaan BBM bukanlah masalah yang menghalangi nelayan untuk melaut. Pemerintah daerah, sambil berjalan, berupaya menertibkan administrasi perizinan bagi nelayan.
“Yang pasti harus dikuatkan, BBM itu bukan masalah untuk mereka melaut, stoknya ada. Cuman sambil berjalan, sambil tertib administrasi untuk nelayan kita,” ujarnya.
Syamsir menambahkan bahwa semua aturan dari pusat berlaku sama di setiap daerah, termasuk Belitung. Pemerintah daerah memberikan dekresi kepada nelayan agar tetap bisa melaut, dengan syarat membuat surat pernyataan untuk mengurus perizinan.
“Jadi sambil kita koordinasi, karena semua wilayah aturan itu berlaku. Terpenting itu mereka melaut dulu, supaya ada harapan untuk hidup,” katanya.
Sebelumnya, rombongan nelayan dari Desa Tanjung Binga mendatangi gedung DPRD Kabupaten Belitung untuk mengikuti RDP. RDP ini membahas keluhan nelayan yang kesulitan membeli BBM karena terkendala perizinan












