Intisari Berita
- Plt Kepala PU Belitung membantah berita bahwa pekerjaan pemeliharaan Jalan Air Sekuk dilakukan di tengah hujan (pekerjaan dihentikan saat hujan turun).
- Nilai kontraknya Rp447,9 juta (bukan lebih dari Rp500 juta) oleh CV Cahaya Indra Karya, panjang jalan 260 meter, dan air di foto bukan genangan melainkan dari roda alat dan Elmusi cair. Saat ini sudah hampir selesai.
Tanjung pandan Belitung– Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Belitung, Oskar Yulanda, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar di media online mengenai pekerjaan jalan di Jalan Air Sekuk, Tanjungpandan, pada Rabu (3/12/2025).
Klarifikasi tersebut ditujukan untuk membantah informasi yang menyatakan pengerjaan dilakukan saat hujan dan nilai kontrak yang tidak akurat.
Dalam keterangannya, Oskar menjelaskan bahwa pekerjaan yang berjalan merupakan pemeliharaan berkala Jalan Air Sekuk Option PKP 2025, yang kontraknya dimulai pada 17 November 2025.
Pengerjaan inti pengaspalan dan penghamparan dilakukan mulai tanggal 2 Desember 2025, pukul 08.00 WIB dari arah Simpang Barda menuju Simpang POM.
“Pekerjaan itu dilakukan dari kemarin, tanggal 2 Desember. Dikerjakan dari arah Simpang Barda dari jam 8 pagi bergerak pengaspalannya sampai Simpang POM. Untuk penghamparannya sampai jam 12.34 siang,” ujarnya setelah memantau proses di lapangan.
Setelah penghamparan, pemadatan dan penggilasan di jalur sebelah kiri selesai, pekerjaan dilanjutkan ke jalur kanan sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, hanya sekitar 20 meter yang dapat dikerjakan sebelum hujan turun dan pekerjaan dihentikan sementara.
“Isu atau berita-berita yang disampaikan bahwa pekerjaan dilakukan saat hujan, itu tidak benar dan tidak dapat kami terima,” tegasnya.
Oskar juga menegaskan bahwa nilai kontrak pemeliharaan ini adalah Rp447.997.382, dikerjakan oleh CV Cahaya Indra Karya – berbeda dari informasi yang menyebut lebih dari Rp500 juta.
Terkait foto yang beredar dan dinarasikan sebagai pengerjaan di tengah genangan air, ia memberikan penjelasan teknis.
Menurutnya, air yang terlihat di permukaan berasal dari roda alat yang mengeluarkan air agar aspal tidak lengket, serta penggunaan Elmusi cair yang mengandung air pada tahap awal penghamparan.
Panjang jalan yang dikerjakan mencapai sekitar 260 meter dari Gang Barda hingga Simpang POM.
Menurut Oskar yang telah meninjau langsung, baik jalur kiri maupun kanan telah selesai dan hanya tersisa sedikit penyelesaian.












