Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Bapenda Belitung Sosialisasi Elektronifikasi Transaksi, menargetkan Bebas Pembayaran Tunai
Inshot 20251211 122212239

Bapenda Belitung Sosialisasi Elektronifikasi Transaksi, menargetkan Bebas Pembayaran Tunai

Intisari Berita

  • Bapenda Belitung melakukan sosialisasi masif elektronifikasi transaksi layanan, bertujuan menghilangkan pembayaran tunai secara penuh dalam 4 tahun ke depan.
  • Sistem QRIS dan kanal elektronik sudah disiapkan, meskipun beberapa OPD belum sepenuhnya menerapkannya.
  • Manfaatnya mempermudah wajib pajak (terutama yang tinggal luar daerah) dan mengoptimalkan pendapatan daerah. Rencana lanjutan termasuk pembayaran parkir non-tunai, bekerja sama dengan Satgas Digitalisasi Daerah.

BELITUNG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Belitung mulai melakukan sosialisasi masif terkait elektronifikasi dan digitalisasi seluruh transaksi layanan.

Langkah ini menjadi komitmen daerah untuk menghapus pembayaran tunai secara bertahap dan beralih penuh ke sistem digital.

Sosialisasi dan Peta Jalan Digitalisasi
Sebagai percepatan pelaksanaan digitalisasi daerah, jajaran Bapenda menggelar sosialisasi dengan menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, yakni Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Babel, pada Jumat (5/12/2025).

“Harapannya ke depan seluruh transaksi penerimaan yang dikelola pemerintah daerah sudah menggunakan digitalisasi. Artinya, kami tidak lagi menerima pembayaran tunai,” ujar Kepala Bapenda Belitung, Azhami, Rabu (10/12/2025).

Ia menjelaskan, Bapenda telah memiliki peta jalan digitalisasi hingga empat tahun ke depan. Dalam periode tersebut, seluruh transaksi di OPD yang berkaitan dengan penerimaan daerah ditargetkan tidak lagi menggunakan uang fisik.

Sistem Pembayaran Disiapkan

Bapenda telah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS, kanal elektronik, serta sistem perbankan lainnya. Namun, proses elektronifikasi masih berjalan karena beberapa OPD belum sepenuhnya menerapkan pembayaran digital, seperti Dinas Kesehatan, Rumah Potong Hewan, Unit Layanan BOSKES, dan sebagian layanan di DLH khususnya retribusi sampah.

Meski begitu, Azhami optimistis seluruh layanan akan mengikuti sistem baru tersebut.
“Awalnya memang agak sulit. Tapi sekarang semua orang sudah pakai ponsel yang bagus, tinggal scan barcode saja. Kami juga menyiapkan inovasi agar pembayaran semakin mudah,” jelasnya.

Manfaat bagi Wajib Pajak

Digitalisasi pembayaran juga memberi kemudahan bagi wajib pajak yang berdomisili di luar Belitung. Dengan sistem digital, keterlambatan pembayaran akibat harus datang langsung ke kantor pelayanan dapat dihindari.

“Kami sebenarnya ingin memudahkan wajib pajak. Banyak wajib pajak kita tinggal di luar daerah, jadi digitalisasi ini membuat semuanya simpel,” ujar Azhami.

Selain mempermudah wajib pajak, digitalisasi juga diharapkan mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi.

Rencana Lanjutan

Bapenda saat ini tengah menyusun konsep pembayaran parkir non-tunai yang akan diterapkan secara bertahap, termasuk penyediaan alat pembayaran digital di lapangan.

“Kita menuju win-win solution. Wajib pajak tetap memenuhi kewajiban, tapi prosesnya semakin mudah,” katanya.

Program ini merupakan bagian dari kerja sama Satgas Digitalisasi Daerah, yang melibatkan Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan bank daerah, untuk mempercepat transformasi pembayaran elektronik di Belitung.

Artikel Terkait

InShot 20260213

Pemkab Belitung Matangkan Persiapan Pilkades…

Intisari Berita Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi…

InShot 20260213

Puisi Puisi Edy Sukardi

Tak cukup ESu Tak cukupbahkan bukan…

InShot 20260212

Bhabinkamtibmas Desa Lalang Mediasi Konflik…

Intisari Berita Belitung Timur –Personel Bhabinkamtibmas…

Bapenda Belitung Sosialisasi Elektronifikasi Transaksi, menargetkan Bebas Pembayaran Tunai – Media Daulat Rakyat