Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Berbagai Bumbu Dapur di Pasar Tanjungpandan Naik Harga, Cabai Rawit Tembus Rp120.000 per Kilogram
Inshot 20251216 151042888

Berbagai Bumbu Dapur di Pasar Tanjungpandan Naik Harga, Cabai Rawit Tembus Rp120.000 per Kilogram

INTISARI BERITA:

  • Pada Selasa (16/12/2025), harga bumbu dapur di Pasar Tradisional Tanjungpandan mengalami kenaikan. Cabai rawit mencapai Rp120.000/kg, cabai keriting Rp85.000-Rp90.000/kg, bawang merah Rp65.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, dan kemiri Rp65.000/kg setelah naik Rp7.000.
  • Kenaikan mulai terjadi seminggu terakhir, dipengaruhi cuaca buruk yang mengganggu panen dan biaya distribusi dari luar daerah.
  • Dampaknya, pembeli mengurangi takaran pembelian, sementara pedagang harus berhati-hati mengelola stok karena komoditi seperti cabai mudah busuk.

BELITUNG – Harga beberapa jenis komoditi bumbu dapur yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Tradisional Tanjungpandan mengalami kenaikan signifikan pada hari Selasa (16/12/2025).

Salah satu komoditi yang paling mencolok kenaikannya adalah cabai rawit, yang harga jualnya telah mencapai angka Rp120.000 per kilogram. Sementara itu, jenis cabai keriting juga tidak ketinggalan, dengan harga berkisar antara Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogram tergantung pada kualitas dan ukuran produk yang ditawarkan.

Selain cabai, harga bawang merah dan bawang putih juga menunjukkan tren kenaikan. Bawang merah yang sering digunakan sebagai dasar masakan kini terjual dengan harga Rp65.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada pada level Rp45.000 per kilogram.

Tak hanya itu, komoditi kemiri yang kerap digunakan untuk membuat bumbu kental maupun berbagai jenis makanan tradisional juga mengalami kenaikan harga sekitar Rp7.000 dari harga sebelumnya, sehingga kini mencapai Rp65.000 per kilogram.

Dedek, seorang pedagang yang telah berjualan di Pasar Tradisional Tanjungpandan selama beberapa tahun, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini mulai terasa sejak sekitar seminggu terakhir.

“Memang seminggu belakangan mulai naik. Tapi harga ini tergantung pedagang ambilnya di harga berapa, karena setiap pedagang bisa saja mendapatkan pasokan dari sumber yang berbeda dengan biaya yang tidak sama,” jelasnya.

Menurut Dedek, kenaikan harga bumbu dapur memberikan dampak nyata pada perilaku pembelian masyarakat. Banyak pembeli yang merasa terkejut saat mengetahui kenaikan harga, namun mereka tidak punya banyak pilihan selain menyesuaikan takaran pembelian.

“Kalau dampak pasti ada. Banyak yang kaget tapi saya cuma senyum aja, mau gimana lagi. Biasanya mereka yang biasanya beli satu kilogram jadi hanya beli setengah atau bahkan seperempat kilogram saja untuk menyiasati kondisi ini,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa beberapa faktor menjadi penyebab utama kenaikan harga tersebut. Pertama, kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama kejadian banjir di beberapa daerah penghasil bumbu dapur di luar Belitung, telah mengganggu proses panen dan mengurangi jumlah pasokan yang masuk ke pasar.

Kedua, biaya distribusi dari daerah penghasil ke Tanjungpandan juga turut berkontribusi pada kenaikan harga, terutama karena sebagian besar pasokan berasal dari luar pulau yang harus melalui jalur laut dengan biaya yang cukup signifikan.

“Banyak sih pengaruhnya, kalau sekarang ini cuaca. Kalau panen terganggu kan stok kurang, belum lagi waktu ngirim di lautnya yang kadang bisa saja mengalami hambatan, membuat barang datang terlambat dan jumlahnya terbatas,” jelas Dedek dilansir dari Pos Belitung

Di sisi lain, para pedagang juga menghadapi tantangan tersendiri akibat kenaikan harga ini. Mereka harus berhati-hati dalam mengelola stok barang dagangan, terutama untuk komoditi yang memiliki umur simpan pendek seperti cabai.

“Cabai ini kan tidak tahan lama, mudah busuk juga. Jadi harus pandai-pandai menghitung jumlah pembelian dari supplier dan mengatur harga jual agar tidak terlalu mahal namun juga tidak membuat kita merugi. Kalau barang tidak laku dan busuk, maka kerugian harus kita tanggung sendiri,” pungkasnya.

Artikel Terkait

InShot 20260211

Menkes Sentil Orang Kaya Penerima…

Intisari Berita JAKARTA – Menteri Kesehatan…

InShot 20260211

Data PBI JKN Ditentukan Daerah,…

Intisari Berita Menteri Sosial Saifullah Yusuf…

InShot 20260211

Diduga Tipu Warga Rp25 Juta,…

Intisari Berita Belitung – Jajaran Satreskrim…

Berbagai Bumbu Dapur di Pasar Tanjungpandan Naik Harga, Cabai Rawit Tembus Rp120.000 per Kilogram – Media Daulat Rakyat