
Intisari Berita
- Pemkab Belitung menata akses Jalan Kemuning menuju Kolam Sripinai dengan fokus pada drainase, pengaspalan ulang, penerangan jalan, pemangkasan pepohonan, serta perbaikan pagar museum dan kawasan sekitar.
- Selain itu, akan dibuat perencanaan tribun Lapangan Tenis Husin dan lahan parkir sebagai fasilitas pendukung. Penataan dimulai lewat Jumat Bersih, dengan dukungan PT Timah dan koordinasi lintas OPD.
TANJUNG PANDAN, BELITUNG — Pemerintah Kabupaten Belitung mulai melakukan penataan Kota Tanjungpandan secara bertahap. Kali ini, akses jalan dari Lapangan Tenis Husin melalui Jalan Kemuning menuju Kolam Pemandian Sripinai menjadi fokus perbaikan.
Wakil Bupati Belitung, Syamsir, turun langsung meninjau lokasi tersebut pada Senin (5/1/2026). Ia menjelaskan bahwa kondisi aspal jalan sudah rusak parah akibat tergerus air karena tidak adanya drainase.
“Ini rencana Bapak Bupati, dan jalan ini juga sering dilewati masyarakat pada malam hari,” ujar Syamsir.
Rencana Perbaikan
- Pembangunan drainase baru sebelum pengaspalan ulang.
- Pemangkasan pepohonan yang terlalu rimbun agar kawasan lebih terang.
- Penambahan lampu penerangan jalan untuk meningkatkan keamanan malam hari.
- Pembersihan pagar museum yang berlumut, sekaligus dicat putih agar tampak bersih.
- Koordinasi dengan PT Timah untuk memperbaiki pagar di seberang jalan.
- Perencanaan tribun Lapangan Tenis Husin serta lahan parkir untuk menunjang kenyamanan warga dan wisatawan.
Syamsir menambahkan, penataan akan dimulai dengan kegiatan Jumat Bersih di kawasan tersebut.
“Nanti orang lewat sini tengah malam pun tidak takut lagi karena sudah terang,” katanya.
Dukungan PT Timah dan Penataan Kawasan
Syamsir mengungkapkan bahwa PT Timah telah merespons arahan Bupati untuk mempercantik pagar hingga kawasan Masjid Al Mihrab, kolam renang, dan simpang gereja. Pagar akan dicat putih agar tampak lebih bersih dan indah.
Selain itu, ia juga telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi untuk menata mess di depan masjid. Penataan ini diharapkan membuat kawasan lebih enak dipandang, baik siang maupun malam.
“Kawasan ini dekat kota dan cukup kumuh. Karena akses menuju wisata Tanjung Pendam, banyak tamu hotel yang berjalan menuju masjid. Maka perlu segera ditata,” jelas Syamsir.
Langkah Lanjutan
Syamsir menegaskan, penataan akan dimulai Jumat ini. OPD teknis akan dikumpulkan untuk menyusun perencanaan, termasuk anggaran dan eksekusi.












