Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Bupati Belitung Genjot PAD dan Tata Kota Hadapi Penurunan Transfer Pusat
Inshot 20260117 141801894

Bupati Belitung Genjot PAD dan Tata Kota Hadapi Penurunan Transfer Pusat

Intisari Berita

  • upati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menegaskan strategi penguatan fiskal daerah untuk menghadapi penurunan dana transfer pusat. Pemerintah Kabupaten Belitung menargetkan kenaikan PAD sebesar 20 persen setelah pada 2025 berhasil mencapai Rp211 miliar (tumbuh 13 persen).
  • Selain itu, Bupati menekankan pentingnya realisasi belanja daerah demi mendorong pertumbuhan ekonomi dari 4,09 persen menuju standar nasional 5 persen.
  • Ei bidang tata kota, ia mempresentasikan rencana pengembangan Tanjungpandan dengan zona hotel, ruang terbuka hijau, kuliner, dan jalur skyforce untuk memperpanjang durasi kunjungan wisatawan.
  • Isu strategis lain yang disoroti meliputi penanganan stunting, pengajuan 14 proyek strategis nasional, pengentasan kemiskinan melalui penyediaan lapangan kerja, serta revisi pajak galian C untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Tanjungpandan Belitung– Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, memaparkan strategi penguatan fiskal daerah di tengah tren penurunan dana transfer dari pemerintah pusat dalam Rapat Koordinasi bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (12/01/2026).

Target PAD dan Kemandirian Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Belitung menargetkan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 20 persen untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada tahun mendatang. Djoni menegaskan, langkah ini menjadi “obat” untuk mengatasi defisit dan mengurangi ketergantungan pada pusat.

Pada 2025, Belitung berhasil mencatatkan PAD Rp211 miliar, tumbuh 13 persen dari target Rp185 miliar. Sementara itu, dana transfer pusat terus menurun dari Rp930 miliar (2023) menjadi Rp672 miliar (2025). “Jika target 20 persen tercapai, Belitung akan memiliki PAD terbesar di antara kabupaten di Provinsi Bangka Belitung,” ujarnya.

Belanja Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi
Selain fiskal, Bupati menekankan pentingnya realisasi belanja daerah. Ia mengingatkan OPD dengan serapan anggaran di bawah 90 persen, karena belanja pemerintah menyumbang sekitar 20 persen terhadap pergerakan ekonomi. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Belitung berada di angka 4,09 persen dan ditargetkan mencapai standar nasional 5 persen.

Tata Kota dan Pariwisata
Djoni juga mempresentasikan desain besar pengembangan wajah Kota Tanjungpandan. Konsep ini mencakup pembangunan zona hotel, ruang terbuka hijau, fasilitas kuliner, hingga jalur skyforce. Proyek tersebut diharapkan memperpanjang durasi kunjungan wisatawan dari rata-rata 1,5 hari menjadi 2,5–3 hari.

“Kami sudah menyiapkan mapping investasi untuk kawasan pariwisata, termasuk pusat pertumbuhan ekonomi baru di Tanjungpandan. Skema pembiayaan SFR juga siap dimanfaatkan untuk mendukung percepatan,” tambahnya.

Isu Strategis
Dalam paparannya, Bupati turut menyoroti sejumlah isu prioritas:

  1. Stunting – Angka stunting berhasil ditekan dari 7,84 menjadi 7,64.
  2. Proyek Strategis Nasional (PSN) – Mengajukan 14 proyek ke pemerintah pusat, termasuk pengembangan pariwisata Tanjung Pendam.
  3. Pengentasan Kemiskinan – Fokus pada penyediaan lapangan kerja, bukan sekadar bantuan sosial.
  4. Revisi Pajak Galian C – Usulan penyesuaian pajak logam non-timah sebesar 20 persen untuk menambah pendapatan daerah.

Artikel Terkait

InShot 20260213

Pemkab Belitung Matangkan Persiapan Pilkades…

Intisari Berita Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi…

InShot 20260213

Puisi Puisi Edy Sukardi

Tak cukup ESu Tak cukupbahkan bukan…

InShot 20260212

Bhabinkamtibmas Desa Lalang Mediasi Konflik…

Intisari Berita Belitung Timur –Personel Bhabinkamtibmas…

Bupati Belitung Genjot PAD dan Tata Kota Hadapi Penurunan Transfer Pusat – Media Daulat Rakyat