Intisari Berita
- Pemkab Belitung siapkan pilot project 500 meter bebas kabel udara.
- Kabel optik dan listrik akan dipindahkan ke bawah tanah.
- Program ini bagian dari konsep kota modern dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
- Pemerintah akan mengundang stakeholder untuk membahas solusi teknis.
.BELITUNG – Pemerintah Kabupaten Belitung menyiapkan proyek percontohan penataan kabel optik dan listrik di kawasan pusat kota. Program ini akan dimulai dengan radius sepanjang 500 meter yang ditargetkan bebas dari kabel udara.
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menjelaskan bahwa penataan kabel menjadi bagian penting dalam upaya memperindah wajah kota sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kawasan perkotaan merupakan titik utama pengembangan ekonomi sehingga penataan lingkungan harus menjadi perhatian serius.
“Kalau di kota itu kan menjadi basic untuk penataan ya, karena pertumbuhan ekonomi itu memang tertitik beratnya di kota,” ujar Djoni Rabu (25/3/2026).
Kabel Bawah Tanah untuk Kota Modern
Djoni menilai keberadaan kabel udara yang semrawut saat ini mengganggu program penataan kota. Karena itu, seluruh kabel akan dipindahkan ke bawah tanah agar tampilan kota lebih rapi dan modern.
“Harapan kita, kita ingin membuat satu pilot proyek di radius udara sepanjang 500 meter itu bebas kabel udara. Semua harus di bawah tanah,” tegasnya.
Ia mengakui kondisi kabel di pusat kota masih terlihat semrawut. Pemerintah daerah akan segera mengundang seluruh pihak terkait untuk membahas solusi terbaik, termasuk kemungkinan seluruh kabel optik dialihkan ke jalur bawah tanah.
Kajian dan Implementasi
Rencana ini akan dikaji secara matang agar dapat segera direalisasikan. Penataan kabel bawah tanah juga menjadi bagian dari konsep pengembangan kota modern yang tengah dirancang pemerintah daerah.
“Nanti dikaji, harapan kita dalam waktu dekat ini bisa terimplementasi, sesuai dengan desain kita menuju kota modern,” jelas Djoni.
Selain itu, ia menekankan bahwa perkembangan teknologi seperti jaringan 5G harus diimbangi dengan penataan infrastruktur yang lebih rapi dan estetis.
“Sudah 5G di sana, tapi kabel masih semeraut,” katanya.







