Yusuf
ESuYusuf bercerita
kepada ayahnya :
Wahai ayah, aku melihat
dalam mimpiku
Ada sebelas bintang
matahari
dan rembulan
sujud kepadaku
Jangan kau ceritakan
mimpimu ini
pada saudara-saudaramu
…
Jika hidup terasa
seperti di dalam sumur
jangan merasa
Allah meninggalkanmu
Jika hidup serasa seperti
penjara
jangan mengira
doa tak didengar
Jika engkau merasa
dilupakan
jangan menyimpulkan
bahwa takdir telah selesai
Yusuf melewati
fase-fase itu
Ia menang di akhir
bukan karena paling kuat
melainkan karena
mampu menjaga hati
Jangan biarkan luka
mengubah siapa dirimu
dunia meibek harga diri
manusia bikin fitnah
sesuka hati
seakan keadaan telah
menutup pintu
tak ada lagi jalan
untuk berlalu
Jangan dendam
licik
untuk membalas
penderitaan
Yusuf menapaki
hidup dari bawah
dari dasar sumur
dari seakan budak yang dijual
di pasar
dari kehidupan istana
dari godaan wanita berkuasa
dari dibginnya penjara
Kemenangan bukan
ketika punya kuasa
tetapi saat di puncak kuasa
Ia tetap ingat pada
yang Maha Kuasa
kemukiaan ia dapatkan
karena pandai
menjaga hati
Pisangan Timur
12 April 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














