Istri Rumahan vs istri Kantoran
ESu
Kok betah ya
seharian di rumah saja
dari dapur
ke sumur
ke kasur
ke ruang tengah
ke halaman rumah
lalu balik lagi
selesaikan urusan
domestik
tau-tau hari sudah sore
menanti anak pulang
dari sekolah
menanti suami pulang kerja
rutinitas begitu-begitu saja
keluar runah
paling
untuk kondangan
ke pengajian
atau takziah bila ada kematian
Tak
Tak bosan aku
semua kunikmati
Lalu sekolahmu
yang tinggi untuk apa
kalau akhirnya engkau
hanya sibuk di rumah saja
Aku sibuk
menjaga benih yang tumbuh
menjaga dan mendidik
anak-anakku
melayani keperluan suamiku
Aku bisa berbagi ilmu
pada istri-istri tetangga
itupun waktuku sudah habis
Justru aku kasian padamu
pagi-pagi sudah
pontang-panting ngurus anak
ngurus suami
lalu berangkat kerja
pulang sore
kadang nyaris hingga malam
tiba di rumah
sibuk lagi untuk urusan
dapur
urusan sumur
urusan kasur
kamu kapan istirahat
cape sekali ya
Kapan kau mengajari
anak-anakmu
kapan kau bercengkrama
kapan kau baca buku cerita
untuk anak-anakmu
Masih ada sedikit waktu
Aku masih sempat
bercengkrama
bercerita
dan senda gurau
jelang senja
atau sesudah magrib tiba
Seru si kakak cerita
tentang sepakbola
tentang hapalan juz dualapan
dan juz dua tujuh
si adik bercerita
tentang matematika
dan merangkai bunga
Mereka telah berangkat
remaja
dan kita semakin tua
kita sama ingin menggapai
bahagia
dengan aktivitas
yang sedikit berbeda
Satu hal yang tak boleh tidak
ayah mengajarkan kita
“Nawwiru buyutakum bi tilawatil
Qur’an”
Kau hebat dek
Kau juga hebat kak
Pisangan Timur
24 April 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














