Jejak-jejak Waktu
ESuWaktu berjalan tanpa suara
tetapi jejaknya nyata
pada tubuh
pada usia
pada kehidupan
perubahan itu tak terelakan
rambut memutih
badan ringkih
jika sakit tak gampang pulih
orang memanggil kita
om dan tante
lalu berubah lagi
me jadi abah dan ninik
itu pertanda
usia telah melangkah jauh
pesan ini mengajak kita
untuk kembali
sambil memperbaiki diri
sebelum senja
benar-benar berhenti
Sebutan abah
sebutan ninik
dulu terasa jauh
tetapi kini nyata
terasa
Rambutpun mulai memutih
pandangan mata
tak setajam dulu lagi
pendengaran lapat-lapat
tak jelas
berdiri tak lagi tegap
jalan tak lagi gagah
tertatih-tatih
” kehidupan dunia ini
hanyalah permainan dan
senda gurau
Akhirat lebih baik buat
orang yang bertaqwa
Maka apakah kamu tidak
memahaminya
(al an’am tiga puluh dua)
Pagi baru saja menyapa
tak terasa sore telah
menjelma
Ia berjalan begitu cepat
‘ke mana waktu itu pergi’
Wal ashri
innal insana lafi husrin
illallazina amanu
wa amilus shalihati
watawa shaubil haqqi
watawa shaubis shabri
Anak-anak yang dulu
kau gendong
kini telah remaja
telah dewasa
telah berkeluarga
Bersama jamaah mushalla
kudendangkan bersama
Ya Allah biha
Ya Allah biha
Ya Allah bi husnil khatimah
kulapalkan setiap pagi
dalam penutup doa
Pisangan Timur
1 Mei 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














