MEDIA DAULAT RAKYAT LAMPUNG SELATAN, 6 September 2026 – Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas erupsi. Letusan beruntun sejak Jumat /4/9/ malam dengan pancaran lava dan gempa letusan berdurasi panjang memicu dampak hingga ke Bandara Soekarno-Hatta yang ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik.
Catatan Aktivitas
PVMBG mencatat erupsi terbaru berupa lava fountain dengan durasi gempa letusan mencapai 21.600 detik dan amplitudo maksimum 70 mm. Ini merupakan intensitas tertinggi sepanjang 2026.
Secara visual, lava pijar terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang. Akibatnya, debu vulkanik terdeteksi di area Bandara Soetta dan menyebabkan penutupan operasional sejak pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB.
Dampak
- Penerbangan: 209 pergerakan penerbangan terdampak, 22.798 penumpang mengalami pembatalan dan penundaan pada rute domestik dan internasional.
- Masyarakat: Warga pesisir Banten dan Lampung melaporkan debu menempel di badan, iritasi mata dan tenggorokan. Sebagian memilih mengungsi sementara ke daerah pegunungan.
- Pendidikan: Kehadiran siswa di sekolah-sekolah sekitar Selat Sunda menurun karena kekhawatiran orang tua.
Catatan Tambahan
Gunung Anak Krakatau termasuk gunung api aktif tipe A dengan riwayat erupsi berulang sejak letusan besar Krakatau 1883.
Aktivitas terbaru ini menegaskan potensi ancaman bagi jalur penerbangan di atas Selat Sunda dan pemukiman di pesisir Banten, Lampung, hingga Pulau-pulau kecil di sekitar gunung.
PVMBG saat ini masih menetapkan status Level III Siaga. Masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah dan terus memantau informasi resmi.
Erupsi Anak Krakatau kali ini kembali mengingatkan kerentanan wilayah Selat Sunda terhadap bencana vulkanik. Koordinasi antara PVMBG, BMKG, otoritas bandara, dan BPBD menjadi kunci untuk meminimalkan dampak terhadap keselamatan penerbangan dan warga.
-l












